logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Internasional  
Line

Musuh AS Menjadi Ketua Partai Buruh

CANBERRA - Mark Latham, ketua baru Partai Buruh Australia, dikenal sebagai tokoh muda yang berbicara lantang terbuka mengenai berbagai soal, termasuk penentangannya terhadap AS.

Dia meraih dukungan 47 suara - dibandingkan 45 suara bagi tokoh senior Partai Buruh, Kim Beazley (55) - dalam voting untuk mengisi kursi ketua partai itu, Selasa kemarin. Simon Crean, ketua sebelumnya, mundur pada pekan lalu.

Latham (42) yang membawahi bidang keuangan dalam Partai Buruh, belum lama berselang membuat berita besar di Australia setelah menyatakan PM John Howard sebagai ''penjilat Presiden Bush''.

Dia bahkan pernah mengeluarkan pernyataan keras mengenai pribadi Presiden George W Bush, yang dia sebut sebagai ''presiden paling berbahaya'' yang pernah dimiliki AS.

Di sisi positifnya, Latham yang masih berusia muda itu diharapkan membawa angin segar bagi citra Partai Buruh yang terus merosot, sejak kalah hampir 10 tahun lalu dari Partai Liberal pimpinan Howard.

Selain itu, dia dikenal pula sebagai pribadi yang bisa berpikir dalam mengenai berbagai isu kebijaksanaan.

Voting yang menentukan kemenangan Latham itu, menurut berbagai sumber, berlangsung menegangkan dan mencengangkan. Sebab, Beazley yang sudah populer di kalangan Buruh, tampaknya akan menang.

Namun pada menit-menit akhir menjelang penentuan pemenang, dukungan kepada Latham meningkat tajam. Pembalikan kecenderungan itu bahkan mengejutkan Beazley sendiri dan para pendukungnya.

Tantang Howard

Latham yang sarjana ekonomi itu masuk Parlemen kali pertama pada 1994, lewat pemilu di kawasan kelas pekerja di pinggiran Sydney. ''Saya sangat terhormat dan ingin melakukan hal-hal yang baik untuk negara ini,'' komentarnya, setelah terpilih.

''Saya hanya ingin balik ke kantor dan menengok keluarga saya. Saya ingin memeluk putra-putra saya,'' tambahnya.

Crean mengundurkan diri di tengah kemerosotan rasa percaya diri di kalangan partainya, yang merasa dia takkan mampu mengalahkan pemerintahan konservatif PM John Howard pada pemilu mendatang.

''Sudah jelas bagi saya, tidak ada lagi kepercayaan yang tersisa terhadap pucuk pimpinan partai, para wakil rakyat yang mewakili partai ini, dan juga mayoritas menteri bayangan,'' kata Crean kepada pers, pekan lalu.

Sembilan puluh dua anggota Parlemen federal dari Partai Buruh melakukan pemilihan lewat voting Selasa kemarin. Ketua baru tersebut akan menjadi penantang bagi Howard pada pemilu tahun depan.

Howard, yang pada pemilu 1996 menggeser Partai Buruh (yang telah berkuasa selama 13 tahun), posisinya kuat menghadapi pemilu mendatang, walaupun beberapa kebijakannya dianggap kontroversial (antara lain sikapnya yang antipengungsi ''orang perahu'' dan pengiriman tentara ke Irak).

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dipublikasi pekan lalu, 40 persen responden mendukung pemerintahan koalisi pimpinan Howard, sementara Partai Buruh hanya didukung 36 persen. (ant-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA