
| Rabu, 3 Desember 2003 | Internasional |
Ratusan Diplomat Mogok
WASHINGTON - Ratusan diplomat, termasuk sejumlah dubes Prancis di sejumlah pos dunia, melakukan mogok kerja sehari pada Senin lalu. Mereka memprotes langkah Paris memangkas anggaran dinas luar negeri. Gerakan protes juga terasakan di pos terpenting dan terbesar Prancis di Washington, meskipun aksi mogok tidak diikuti oleh Dubes Prancis untuk AS Jean-David Levitte. Levitte, yang sedang berjuang keras mengembalikan citra tentang Prancis di AS setelah perseteruan Paris-Washington menyangkut invasi Irak, tidak turut dalam aksi yang diikuti hampir 90 persen staf diplomatik di kedubesnya, yang beranggotakan 57 orang. Gerakan protes para diplomat Prancis itu diikuti kedubes-kedubes dan konsulat mulai dari Jakarta, Washington, Ottawa, sampai misi tetap di PBB, New York. Aksi mogok yang kali pertama terjadi dalam sejarah diplomasi Prancis itu, paling gencar dilakukan oleh staf kedubes atau konsulat di kawasan Amerika bagian utara. Sekitar 15 staf di Misi Tetap PBB di New York mendukung mogok itu. Di Ottawa (Kanada), mogok didukung sekitar 80 persen staf kedubes, demikian menurut sumber-sumber tertentu. Meskipun pintu utama gedung kedubes terbuka di Ottawa, namun kantor konsuler menghentikan segala kegiatannya. Aksi mogok para diplomat Prancis itu digagas oleh serikat-serikat buruh setempat, yang menjadi berang setelah Deplu Prancis mengatakan akan menurunkan anggaran perwakilan-perwakilan di luar negeri, termasuk lembaga-lembaga kebudayaannya. (ant-30) |