logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Ekonomi  
Line

Meningkat, Pembelian Kembali Emas

SEMARANG- Pembelian kembali perhiasan emas oleh pedagang di Semarang setelah Lebaran meningkat. Peningkatan pembelian akibat penjualan oleh konsumen tersebut sekitar 70%.

Di Jalan Kranggan, pusat penjualan emas di Semarang, kemarin terlihat banyak warga masyarakat menjual emasnya, meskipun ada pula yang membeli.

Menurut beberapa pemilik toko emas, konsumen yang datang menjual emasnya sudah banyak sejak toko buka setelah Lebaran awal pekan ini.

''Jika melihat peningkatan kebutuhan masyarakat atas uang segar setelah Lebaran, saya perkirakan peningkatan pembelian oleh pedagang emas atau penjualan oleh konsumen akan terus meningkat hingga 80%,'' kata Agus Setiawan, Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata (Apepi) Semarang, kemarin.

Ia mengatakan, harga emas murni setelah Lebaran terus naik hingga Rp 108.000/gram seiring dengan harga emas dunia yang juga menguat. Sebelum Lebaran, harga emas murni masih berada pada level Rp 106.000/gram.

Sejak sebelum Lebaran, ujar Agus, meskipun terjadi peningkatan penjualan emas, pembelian per individu berkurang. Artinya, budget yang disediakan tiap orang untuk membeli emas terbatas.

''Itu terjadi karena kondisi perekonomian kita terlihat lesu. Akibatnya, daya beli masyarakat berkurang,'' jelasnya.

Menurut dia, pembelian emas oleh konsumen tahun lalu rata-rata 10 gram, sedangkan tahun ini hanya sekitar 5 gram.

Keuangan Terbatas

Melihat kenyataan itu, dia menyebutkan penjualan emas oleh konsumen setelah Lebaran akan meningkat, terutama dikaitkan dengan keterbatasan kondisi keuangan masyarakat.

Mengenai harga emas yang cenderung terus meningkat, Agus mengungkapkan, itu membuktikan dugaan konsumen bahwa pedagang melakukan permainan harga tidak terbukti.

''Peningkatan harga emas setelah Lebaran justru sangat menguntungkan konsumen, karena selisih penjualan kembali emas mereka makin besar. Bahkan yang melakukan spekulasi bisa untung lumayan,'' tuturnya.

Menurut Agus, selama ini konsumen termakan pola pikir bahwa sebelum Lebaran harga emas sengaja dinaikkan karena permintaan meningkat. Kemudian setelah Lebaran diturunkan agar pedagang dapat membeli emas dengan murah. (H2-53c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA