logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Petani Bawang Tak Bisa Berlebaran

TEGAL - Ratusan petani bawang merah di beberapa kelurahan di Kecamatan Margadana, Kota Tegal, tak bisa menikmati Lebaran. Karena, hasil panen mereka tak berkualitas akibat irigasi tak lancar. Selain itu harga bawang murah, sedangkan obat tanaman mahal.

Sekretaris Kelompok Tani Tri Mulya II Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Asmawi Aziz, kemarin menyatakan karena saluran kering, tanaman dipanen setengah umur.

Karena merugi, kata dia, banyak petani tak bisa merayakan Idul Fitri dengan nyaman. Sebab, bawang merah murah, Rp 1.500/kg. Petani bisa menikmati Lebaran sepenuh hati jika harga minimal Rp 6.000/kg.

''Saat ini kami benar-benar prihatin. Ibaratnya entek bebek dan entek ayam,'' ujar dia. Karena, banyak petani terpaksa menjual barang apa saja yang mereka miliki.

Asmawi menuturkan masa tanam berikutnya petani meminta Pemerintah Kota segera memperbaiki saluran yang rusak. Perhatian pemerintah atas musibah itu perlu, karena petani terancam tak bisa menanam. Namun jika irigasi lancar, petani bisa berharap tak tertimpa musibah lagi pada musim tanam berikutnya.

Saat ini, kata dia, sudah banyak petani bersiap-siap menebar benih. Namun mereka masih berpikir apakah air bisa mengalir lancar dan pemerintah segera memperbaiki saluran atau tidak. (aj-58g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA