logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Sampah Menumpuk di Pasar Wage

PURWOKERTO-Petugas kebersihan Pasar Wage Purwokerto kemarin disibukkan dengan pekerjaan membersihkan sampah yang ditinggalkan pedagang dan pembeli. Sebab selama menjelang dan saat Lebaran sampah begitu menumpuk.

Padahal pihak pasar telah menyediakan tempat pembuangan. Namun tempat tersebut tidak dimanfaatkan mereka. Pedagang lebih memilih meninggalkan sampah berserakan di sekitar lokasi jualannya. Alasannya, mereka sudah membayar retribusi kebersihan, per pedagang ditarik Rp 100. Di samping itu juga ada petugas kebersihan.

Tidak hanya petugas yang dibuat repot, pembeli juga merasakan dampaknya. Sebab bau tak sedap menyebar di setiap lorong/sudut dan ruangan pasar.

Dari pantauan Suara Merdeka dua hari terakhir, penumpukan sampah terbanyak di lantai satu, sekeliling pasar seperti Jalan Wihara, MT Haryono, jalan lingkar depan, jalur tengah (sekitar tangga naik), dan masuk pasar. Termasuk pula lantai dua.

Kepala Pasar Wage Sutoro mengatakan, akibat sampah yang menggunung itu pihaknya sempat kewalahan.

Sebab dalam sehari sekitar 20 petugas kebersihan yang dikerahkan tidak mampu menyelesaikan.

Lembur

''Terpaksa pembersihannya kami lembur mulai dari pagi hingga sore. Menumpuknya sampah itu akibat lonjakan pedagang yang membanjiri Pasar Wage menjelang Lebaran. Tong-tong sampah dan bak penampungan sementara tidak banyak dimanfaatkan. Kalau mereka tertib sebenarnya tidak sampai menumpuk seperti ini,'' ujar Sutoro kemarin di kantor pasar.

Sutoro mengakui, 20 orang petugas harus digilir. Pasalnya, mereka juga berhak menikmati libur untuk bisa kumpul dengan keluarga dan kerabatnya. ''Tapi hari ini (Selasa, 2/12) pasti sudah bersih semua. Dari lantai satu sampah yang terangkut sekitar empat truk, belum lokasi lain,'' katanya.

Namun di sisi lain, lanjut dia, Pemkab juga diuntungkan dari ramainya pasar selama menjelang Lebaran. Jumlah pendapatan dari sektor retribusi, uang cicilan los, dan kios naik sekitar 50%. Sebab, pendapatan pedagang meningkat drastis selama Lebaran.

Dia mengatakan, sampai Oktober pendapatan dari sektor itu tercapai sekitar Rp 28 juta, sampai akhir November Rp 40,4 juta. Untuk retribusi termasuk uang kebersihan tercapai Rp 420.000. Sebelumnya hanya Rp 380.000.

Jumlah pedagang yang mrema atau musiman terutama pedagang ikan, sayuran, dan kebutuhan pokok, bertambah sekitar 250 orang. Pedagang yang sudah ber-SIP (lantai satu dan dua) mencapai 2.250 orang. (G22-20s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA