
| Rabu, 3 Desember 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Jalur Kudus - Pati Dijaga Ketat PolisiKUDUS-Jalur Pantura ruas Kudus - Pati, tepatnya mulai km 5, sepanjang Selasa kemarin tersendat-sendat akibat keramaian kupatan di Bulusan. Namun, berkat sistem pengamanan yang dilakukan aparat, ketersendatan tidak berkembang menjadi kemacetan. Di samping membagi ruas jalan yang semula empat lajur menjadi dua lajur dengan drum, polisi juga ditempatkan langsung di tengah badan jalan untuk mengatur arus lalu lintas. Kemacetan terjadi antara lain karena pengunjung kupatan yang melintas jalan, dan angkutan umum yang ngetem mencari penumpang. Pada masing-masing lajur, petugas secara ketat menggiring kendaraan untuk antre secara berurutan satu-satu. Tak ada kendaraan berjajar dua di masing-masing lajur, sehingga ada ruangan kosong yang memungkinkan untuk melakukan penertiban serta memberi kenyamanan pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. "Tahun lalu, di ruas jalan sekitar Bulusan macet hingga tiga kilometer karena tak ada pemisah drum. Baru kali ini kami memasang pemisah," ujar Kapolres AKBP Drs Bimo Anggoro Seno, kemarin. Sebanyak 60 polisi ditempatkan di lokasi itu beserta 10 anggota TNI. Selain di Bulusan, keramaian kupatan kemarin juga berlangsung di Colo (Gunung Muria) dan Sendang Jodo, Desa Purworejo, Kecamatan Bae. Di Colo, Polres menempatkan 40 aparat, belum termasuk anggota TNI dan Satpol PP. Perahu Juwana Kupatan di Bulusan dihadiri ribuan warga masyarakat pedesaan. Pihak panitia desa tak hanya menghibur pengunjung dengan pentas musik karaoke, tetapi juga mendatangkan dua unit perahu berikut awaknya dari Juwana, Pati. Masing-masing perahu disewa Rp 250 ribu/hari. Perahu tersebut dimanfaatkan untuk mremo lomban di Kali Sumber yang melintas di Bulusan dan Kali Dawe yang lokasinya tak jauh dari Bulusan. Pengunjung yang naik perahu untuk lomban dikenai Rp 2.000. Kali Bulusan memungkinkan untuk dibuat lomban dengan perahu, karena belum lama dinormalisasi sehingga menjadi lebih dalam dan lebar. Dulu lebar kali cuma tiga meter. Tetapi setelah dinormalisasi menjadi lima meter. Begitu pula Kali Dawe. Kedalamannya pun kini dua meter, karena panitia desa sengaja menambak ruas kali pada posisi sekitar dua kilometer dari jalur Kudus - Pati.(yit-49) |