logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Sala  
Line

Lampu PJU Baru Perburuk Tegangan Listrik

  • Tambah Daya 400 KVA

KOTA- Pemasangan lampu penerang jalan umum senilai Rp 22,5 miliar dipertanyakan kalangan akademisi dan pakar listrik di Solo. Sebab, pemasangan sejumlah lampu baru di beberapa ruas jalan di Solo itu semakin memperburuk kualitas tegangan listrik yang kini sudah buruk.

Pakar arus kuat dari Fakultas Teknik UMS Agus Ulinuha ST MT menjelaskan, kualitas tegangan listrik di Solo saat ini semakin menurun. Penambahan daya untuk pemasangan lampu penerang baru akan memengaruhi tegangan listrik yang digunakan semua warga Solo dan sekitarnya. Sebagai catatan, pemasangan lampu tersebut memerlukan tambahan daya listrik 400 KVA per jam.

"Ketika lampu dinyalakan menggunakan daya reaktif dalam jumlah besar, jelas diperlukan tegangan besar. Tentu ini akan makin memperburuk tegangan listrik di Solo," kata Agus kepada Suara Merdeka, Jumat (21/11) kemarin.

Apalagi jika hal itu dilakukan saat beban puncak antara pukul 18.00 dan 21.00. "Jadi, bisa dibilang beban tegangan yang harus dipikul lebih besar daripada pasokan yang tersedia."

Menurunnya tegangan, kata dia, bisa dilihat pada indikator lampu yang terpasang pada trafo distribusi yang berada paling dekat dengan beban. "Tidak hanya pada malam hari, siang hari pun lampu indikatornya sudah menyala. Ini bukti bahwa tegangan listrik di Solo sudah mengalami penurunan yang tidak sedikit."

Selain itu, menurunnya tegangan bisa dilihat dari redupnya lampu, baik yang ada di ruang publik maupun yang dikonsumsi warga Solo. "Termasuk juga bila ada yang ingin menghidupkan lampu neon namun tidak bisa, berarti tegangannya menurun. Kalau lampu pijar biasa kan dari lilitan kawat pijar, tanpa tegangan yang normal 220 Volt pun sudah bisa menyala."

Saat disinggung tentang kebutuhan lampu di Solo, termasuk pemasangan lampu highmast setinggi 25 meter dengan daya 6.000 Watt, dosen Jurusan Teknik Elektro itu menyatakan perlu dilakukan studi kalayakan. Dengan begitu, bisa diketahui kebutuhan intensitas cahaya dan energi yang dibutuhkan pada setiap ruas jalan.

Perlu Diteliti

"Ada rumusannya, antara lain berapa intensitas cahaya yang diperlukan satu ruas jalan, berapa tinggi tiangnya. Selain itu, perlu diteliti kondisi jalan yang akan dipasangi lampu, termasuk arus kepadatannya."

Pembantu Dekan III ini sangat menyayangkan bila proyek yang dikerjakan PT Fokus Indo Lighting dari Jakarta dengan model investasi tanpa ditenderkan tersebut tidak melalui studi kelayakan dari tim yang benar-benar berkompeten di bidangnya.

"Jangan sampai pemasangan itu justru mengakibatkan beban listrik di Solo melebihi ambang batas. Belum dilakukan studi tahu-tahu sudah ditambah bebannya. Itu jelas nggak bisa dibenarkan."

Senada dengan Agus, pengajar Jurusan Teknik Elektro Muhammad Muslich ST menyatakan, beban daya listrik di Solo saat ini sudah overload. Hal ini dilihat dari kerapnya pemadaman yang dilakukan PLN sewaktu-waktu. (G13-80c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA