logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Sala  
Line

Hingga H-4, Poskotis Lebaran Tak Bertambah

MANAHAN- Hingga H-4, kemarin, tampaknya imbauan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Didi Widayadi MBA agar partai politik (parpol) di Solo tidak ikut-ikutan mendirikan posko lebaran masih ditaati. Jumlah pos komando taktis (poskotis) lebaran tetap lima buah, ditambah tiga subpos.

"Semua parpol di Solo memang bersepakat menjaga iklim kondusif. Terlebih lagi sekarang ini pemilu sudah semakin dekat," kata Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto SH, kemarin.

Menurut dia, sebenarnya aparat tidak menutup peluang bagi kemunculan partisipasi dari parpol dalam pembuatan posko lebaran. Hanya, keberadaannya harus tetap dikoordinasikan dengan aparat.

"Kami memang tidak memperbolehkan parpol mendirikan posko secara parsial, mereka harus melebur jadi satu dengan kami," katanya.

Sejauh ini aparat kepolisian hanya memberikan rekomendasi bagi pendirian lima buah poskotis. Lokasi itu tersebar di Faroka, Jurug, Stasiun KA Solo Balapan, Terminal Bus Tirtonadi, dan Pasar Singosaren.

"Jumlah itu masih ditambah tiga subpos yang terletak di Klewer, Stasiun KA Jebres, dan Purwosari. Jumlah itu memang sesuai dengan kebutuhan sekarang," ujarnya.

Penambahan pos, lanjut Kapolresta, tentu tidak boleh dilakukan serampangan. Segalanya harus diperhitungkan, termasuk kebutuhan logistiknya. "Koordinasi antara pos satu dan lainnya harus pula diperhitungkan. Intinya, semakin banyak pos biaya operasinya juga semakin tinggi."

Sangat Kontras

Kebijakan itu, menurut dia, ternyata berdampak pada minat para parpol yang semula menggebu-gebu kini menjadi padam. "Hingga hari ini tak ada satu pun yang mendaftarkan satgasnya pada kami."

Penurunan minat itu memang sangat kontras. Sebab, awalnya Ketua PDI-P Surakarta FX Hadi Rudyatmo berkeinginan menambah jumlah posko yang disediakan aparat kepolisian. Dia memandang jumlah lima poskotis untuk memantau daerah rawan di Solo masih kurang. Karena itu, dia berencana menambah setidaknya dua pos lagi, yakni di Baturono dan Tanjunganom seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya. Namun, akhirnya dia mengurungkan niatnya.

Sebagaimana pernah diwartakan, beberapa waktu lalu di Solo Kapolda Didi Widayadi mengimbau para pimpinan parpol untuk tidak mendirikan posko lebaran. Sebab, bila dibiarkan hal itu bisa memancing keributan, karena satgas sertiap parpol pasti saling berebut simpati dari pemudik.

Menurut Lutfi, kesadaran menjaga iklim sejuk di Kota Bengawan belakangan ini semakin meningkat. Bahkan, sejumlah warga dengan sukarela membentuk kelompok sadar ketertiban dan keamanan bagi lingkungannya. "Jika masyarakat sadar menjaga lingkungannya, saya yakin keamanan lebih terjamin." (san-74k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA