
| Sabtu, 22 November 2003 | Sala |
Nurut Saja, Buku Tabungan Dikuras PenjahatGLADAK - Keramaian pusat perbelanjaan mendekati Lebaran dimanfaatkan penjahat untuk mencari mangsa. Seorang wanita bermobil yang datang sendirian ke Matahari Departement Store, Jalan Slamet Riyadi, Solo kemarin menjadi korban. Isi buku tabungan di bank milik wanita itu dikuras habis, sehingga dia menderita kerugian Rp 27 juta. Kejadian bermula ketika Rumi (35), ibu seorang anak yang beralamat di depan Toko Mitra, Sukoharjo ini hendak berbelanja pakaian anaknya di Matahari. Begitu turun dari mobil, tiga lelaki berpakaian necis menghampirinya. Salah seorang di antara mereka menawarkan arloji merek Rolex. Barang itu ditawarkan Rp 100 juta. Korban merasa tidak tertarik pada barang itu, sehingga tak mempedulikan tawaran tersebut. Namun ketiga orang itu terus memaksa bahwa barang itu tidak harus dibayar Rp 100 juta, karena mereka sangat membutuhkan uang. "Sudahlah Mbak, mau bayar berapa saja, silakan," kata korban menirukan ucapan salah seorang penjahat. Korban tetap tidak menghiraukan tawaran tersebut. Ia berusaha melangkahkan kakinya memasuki gedung pusat perbelanjaan. Namun langkah itu terhenti ketika pundaknya tiba-tiba ditepuk. "Saya tiba-tiba ngikut saja apa yang dia minta," katanya. Penjahat itu selanjutnya menanyakan kartu ATM. Korban lalu mengambilnya dari dalam tas. Melihat jenis ATM silver, penjahat itu lalu menanyakan buku tabungan. "Dia tak mau ambil uang dengan ATM karena pengambilannya terbatas Rp 2,5 juta," katanya. Bagai kerbau dicocok hidungnya, Rumi patuh saja ketika diminta memasuki sedan Toyota Vios milik penjahat dan diajak mengambil buku tabungan di rumahnya. Dalam perjalanan sejauh 30 km (pulang-pergi) korban terus diajak bicara oleh ketiga lelaki itu. Tunggu di Mobil Sampai di rumah, ketika wanita itu mengambil buku tabungan, dengan tenang ketiga penjahat menunggu dalam mobil yang mesinnya tidak dimatikan. Sedan cepat meluncur ke Kantor BCA Gladak, begitu korban kembali masuk ke mobil dengan membawa buku tabungan. Korban dan ketiga penjahat langsung memasuki bank tersebut dan mengambil formulir penarikan dana. Dengan santai penjahat itu menulis angka Rp 27 juta pada slip penarikan dana. Slip itu lalu disodorkan kepada korban dan langsung ditandatangani. Begitu diterima dari petugas teller, uang langsung diserahkan kepada ketiga orang itu. Bersamaan dengan penyerahan uang, arloji Rolex pun diserahkan penjahat. Transaksi pun selesai. "Saya menangis ketika orang-orang itu pergi. Saya tidak sadar sama sekali kalau telah ditipu," kata korban. (bt-80c) |