
| Sabtu, 22 November 2003 | Sala |
Meski Ramai, Awak Bus Masih PrihatinTIRTONADI- Meskipun sudah terjadi lonjakan arus mudik sampai dengan H-4 kemarin, sejumlah awak angkutan bus masih merasa prihatin dalam menghadapi Lebaran tahun ini. Memang sepintas arus mudik sudah mulai memadati Terminal Bus Induk Tirtonadi, tetapi mereka mengaku belum merasakan keuntungan dengan ramainya pemudik yang turun di terminal. "Ya kalau dibandingkan dengan hari biasa sekarang lebih ramai penumpang khususnya para pemudik. Yang ramai itu di terminal, tapi di jalan kami tidak mendapatkan penumpang. Berbeda dari hari biasa, banyak penumpang di jalan khususnya para pelajar yang saat ini baru liburan," ujar seorang pengurus bus reguler di jalur pemberangkatan arah utara dan selatan di Terminal Tirtonadi. Keprihatinan itu, lanjutnya, karena situasi di jalan tidak banyak mengalami perubahan. Padahal, pihak pengusaha bus sudah menuntut setoran yang lebih tinggi selama masa angkutan Lebaran. "Kami tidak tombok beli solar saja sudah senang. Namun setahu majikan saat ini masa Lebaran, sehingga mereka menuntut setoran lebih dari hari-hari biasa. Akhirnya kami yang harus menanggung beban untuk memenuhi setoran itu," lanjutnya. Banting Tulang Menurut dia, tidak semua pengusaha bus menerapkan kebijakan seperti itu. Mereka yang mau turun ke lapangan dan melihat situasi, ada yang memaklumi. Setoran seberapa pun diterima. Namun bagi pengusaha yang tidak mau tahu, yang rugi para awak bus. Mereka harus banting tulang memenuhi setoran. "Mungkin besok (hari ini) mulai ramai. Sebab semua pegawai sudah libur dan mudik ke daerah asal. Semoga ini menjadi waktu panen kami," ujar awak bus lainnya. Di Terminal Tirtonadi, sejak H-7 bus yang datang dan berangkat meningkat dibandingkan dengan masa Lebaran tahun lalu. Pada H-7 bus datang 3.492 dengan penumpang 56.553 orang dan berangkat 2.691 bus (39.168 orang), H-6 bus datang 3.364 bus (67.342 orang) dan berangkat 2.771 bus (43.108 orang). Sementara itu H-5 bus datang 3.398 unit (56.302 orang), sedangkan untuk berangkat 3.387 bus mengangkut penumpang 43.263 orang. "Sejak H-7 sampai dengan H-5, bus ekstra yang masuk ada 68 bus," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) DLLAJ terminal, Bambang Tukowibowo ST. Sementara itu, di Stasiun Solo Balapan, arus mudik juga sudah mulai ada tanda-tanda peningkatan. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya penumpang yang turun di stasiun, baik yang menggunakan kereta jurusan Jakarta-Solo, Jakarta-Surabaya, maupun Surabaya-Jakarta.(sri,G19-80i) |