
| Sabtu, 22 November 2003 | Sala |
Tim Mabes Polri Pantau Arus MudikSRAGEN-Tim pemantau Operasi Ketupat Candi Mabes Polri, kemarin, mengecek arus lalu lintas di wilayah Solo dan Sragen. Selama pemantauan, tim belum menemukan lonjakan arus mudik di sepanjang jalan raya Solo-Bandung jalur selatan. Bahkan hasil pantauan di pantura, arus lalu lintas mulai ramai namun tidak padat. ''Di jalur selatan dari Bandung sampai Solo yang kami lalui, arus lalu lintas ramai tapi lancar,'' tutur Direktur Samapta Mabes Polri Brigjen Drs Herman SS di Mapolsek Masaran, Sragen, kemarin. Ketika melakukan pengamatan, dia didampingi Direktur Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Brigjen Drs FX Sunarno serta Kombes Drs Choirul, Kombes Ahmad Yahya, dan Kombes Imam Suwangsa. Selama di Mapolsek Masaran, tim menerima penjelasan Kapolwil Kombes Drs Hasyim Irianto SH serta para kapolres di wilayah Surakarta seperti Kapolres Sragen AKBP Drs Charles Himler Ngili, Kapolres Sukoharjo AKBP Drs Bambang RP, Kapolres Karanganyar AKBP Drs Amrin Remico, Kapolresta Solo AKBP Drs Lutfi Lubihanto, Kapolres Klaten AKBP Drs Arief Dharmawan, Kapolres Boyolali AKBP Drs Oneng Subroto, dan Kapolres Wonogiri Drs Subandi. Kapolwil menjelaskan, untuk pengamanan selama puasa dan Lebaran, dia menugasi 3.843 personel dari semua polres dan polwil. Operasi yang digelar 17 November - 3 Desember akan mengamankan 27 tempat wisata serta didukung 31 rumah sakit umum dan swasta yang memberikan layanan 24 jam. Dilaporkan, angka kecelakaan sepanjang tahun 2001 di wilayah Polwil 176 orang tewas, namun pada tahun 2002 menurun menjadi 139 tewas, sedangkan tahun 2003 sebanyak 111 orang tewas. Tak Arogan Dalam pengarahannya, Brigjen Herman meminta petugas di lapangan menghindari tindakan arogan yang dapat memicu keresahan massa. Sebab, menjelang Lebaran biasanya rawan kecelakaan. Petugas harus mewaspadai titik rawan kecelakaan. Misalkan daerah rawan tanah longsor dan banjir yang menjangkau jalan raya, diamankan guna kelancaran pemakai kendaraan. ''Jalur-jalur yang rawan kemacetan harus dijaga,'' tuturnya. Dia minta jajaran Polri melakukan tugas dengan tulus hati, karena itu merupakan misi kemanusiaan. Kapolwil mengungkapkan, karena kondisi relatif tenang dan aman, dia meminta petugas dan sniper (penembak jitu-Red) di lapangan waspada. ''Karena kondisi keamanan mantap, tidak ada perintah tembak di tempat,'' katanya.(nin-14c) |