
| Sabtu, 22 November 2003 | Sala |
Belasan Organisasi Wanita Tuntut Penghentian KekerasanKOTA- Peserta diskusi menyambut Hari Internasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan yang tergabung dalam belasan organisasi wanita yang ada di wilayah Surakarta dan sekitarnya, menuntut dan menyerukan sikap antikekerasan terhadap perempuan. Tuntutan sekaligus seruan tersebut disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap dari para peserta diskusi yang baru-baru ini diselenggarakan Yayasan Kridha Paramita (YKP) Solo. "Tuntutan itu berdasar kesadaran penuh dan untuk mengingat kembali bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan kejahatan kemanusiaan," papar mereka dalam pernyataan sikapnya. Karena itu, kepada masyarakat mereka menuntut dan menyerukan antara lain agar menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan sekecil apa pun, baik di tingkat keluarga, lingkungan, masyarakat maupun negara. Selain itu, agar tidak menolelir segala tindakan seperti itu. Mereka juga menuntut pemerintah, di antaranya agar melindungi dan memberikan rasa aman kepada semua warga negara Indonesia, khususnya perempuan. Memastikan perempuan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pemerintah juga dituntut agar membuat kebijakan yang sensitif dan responsif gender, terutama persoalan tersebut. (G19-80k) |