
| Sabtu, 22 November 2003 | Sala |
Hati-hati, Jalan Solo-Surabaya Licin
KOTA- Memasuki musim hujan, para pemudik harus berhati-hati. Sebab, jika hujan, jalur Solo-Surabaya sangat licin sehingga rawan kecelakaan. Terutama jalur hutan Ngawi, jalur Ngawi-Caruban, dan Jombang-Mojokerto. Jika tidak hati-hati, kendaraan bisa tergelincir. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka yang langsung melakukan perjalanan darat dari Solo ke Surabaya (pp) Kamis lalu, diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi mulai Sabtu pagi dini hari tadi sampai Senin malam. Dalam dua hari kemarin, lalu lintas masih normal, belum terlihat lonjakan berarti. Bus-bus dari Solo ke Surabaya dan sebaliknya masih belum terlihat dijejali penumpang. "Mungkin baru mulai Jumat, Mas. Hari itu juga tidak ada peningkatan penumpang, ya ngalamat Lebaran nggak begitu menggembirakan," kata salah seorang sopir bus. Meski penumpang umum masih belum membludak, rombongan kendaraan pribadi bernomor polisi luar kota seperti Jakarta (B), Bandung (D), Sumatera, dan kota-kota lain sudah terlihat berombongan menuju ke timur. Adapun dari Surabaya, kendaraan berpelat nomor L (Surabaya), DK (Bali), P (Probolinggo, Jember) terlihat berombongan berjalan ke barat, ke jurusan Solo. Di lintasan hutan Ngawi sampai Ngawi kota serta Ngawi sampai Caruban, jalan tidak rata dan bergelombang. Karena itu, jika hujan jalan dipenuhi air yang menggenang. Akibatnya, sering mobil yang understel-nya kurang bagus, bisa tergelincir. Ini membahayakan, apalagi lalu lintas cukup padat. Selain itu, mobil-mobil yang gampang macet karena semprotan air juga sangat rawan mogok. "Air genangan yang terinjak ban langsung menyemprot ke mesin, bisa menyebabkan mogok mendadak karena coil basah dan sebagainya," jelas salah seorang ahli mesin di bengkel Toyota Solo. Suara Merdeka menemukan beberapa kecelakaan sepanjang perjalanan Solo-Surabaya (pp) karena tergelincir akibat hujan itu. Di hutan Ngawi, sebuah truk tronton bertabrakan dengan truk. Di Jombang, truk masuk ke parit dan satu lagi terguling di Mojoagung yang semuanya karena jalan licin. Karena itu, pemudik harus ekstrahati-hati di sepanjang jalur tersebut. Selain jalan bergelombang, memasuki Jombang ke timur sampai Mojokerto, proyek pelebaran jalan yang sudah dikerjakan sejak beberapa bulan lalu belum selesai. Bahkan saat memasuki Lebaran ini dihentikan. Akibatnya, banyak material berserakan di tepi jalan. Juga masih banyak bekas galian yang belum selesai diuruk. Di lintasan ini banyak mobil tergelincir masuk ke bekas galian. Meski tidak parah dan bisa segera diatasi, tidak urung sering menimbulkan kemacetan. Banyaknya poskotis di sepanjang jalur mudik sangat membantu pemudik mengatasi berbagai persoalan. Misalnya saat membutuhkan bantuan bengkel, ada beberapa poskotis yang didirikan oleh dealer mobil yang bisa membantu mengatasi problem pemudik saat terkena masalah mesin. "Kami bahkan membuka bengkel 24 jam penuh, terutama di beberapa kota besar," kata Taufiq Rahyanto, Kepala Cabang Nasmoco Slamet Riyadi kepada Suara Merdeka. Untuk keperluan beristirahat, banyak ditemukan posko peristirahatan. Misalnya Satelindo mendirikan posko istirahat di Sragen, Caruban (Madiun), dan Jombang. "Kita memberikan layanan pijat refleksi untuk menghilangkan kepenatan pemudik, mainan anak-anak, dan tentu jika memerlukan voucher ponsel atau kartu perdana," kata Syamsul Bakhtiar.(an-80c) |