logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Berita Utama  
Line

Al Qaedah Bertanggung Jawab

PADAMKAN API: Mobil pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang hingga kemarin masih berkobar di sejumlah mobil yang hancur di sekitar gedung Bank HSBC, di Istanbul, Turki. (43)

DUBAI - Sebuah pernyataan Jumat kemarin, yang dikeluarkan suatu unit jaringan Al Qaedah, mengklaim bertanggung jawab atas dua aksi bom mobil jibaku di Istanbul, Kamis lalu. Serangan bom tersebut menewaskan 27 orang.

Pernyataan tersebut, yang disampaikan oleh Brigade Abu Hafz al-Masri, menyebutkan serangan bom itu bertujuan menghancurkan kedamaian Inggris yang telah memerangi umat Islam.

Kelompok tersebut sebelumnya menyatakan bertanggung jawab pula atas serangan bom jibaku di dua sinagog - tempat ibadah umat Yahudi - di Turki, Sabtu lalu, yang menewaskan 23 orang.

Konsul Jenderal Inggris Roger Short menjadi salah seorang korban aksi bom truk di Konsulat Inggris dan di bank HSBC, yang berkantor pusat di London. Sebanyak 14 staf Konjen Inggris ikut pula tewas.

"Hari ini di Turki, barisan depan Brigade Abu Hafz al-Masri mengincar Konsul Jenderal Roger Short. Sebab, dia punya banyak pengalaman memerangi umat Islam, dan dia dipandang sebagai otak kebijakan Inggris di kawasan yang terdiri atas Irak, Suriah, Turki, dan Iran," bunyi pernyataan dalam bahasa Arab itu.

"Mobil-mobil maut kami menyerang gedung konsulat tersebut. Mengenai kantor bank Inggris, kantor itu diserang karena merupakan benteng perekonomian Inggris. Rakyat Inggris agar mengetahui, aliansi mereka dengan AS takkan membawa kesejahteraan dan keamanan."

Beberapa Ditangkap

Menlu Turki Abdullah Gul kemarin mengatakan sejumlah orang telah ditangkap sehubungan dengan serangan bom mobil jibaku terhadap kepentingan Inggris di Istanbul, Kamis lalu.

"Beberapa orang telah ditangkap, tetapi saya kira terlalu dini untuk memberi informasi lebih lanjut," katanya, pada taklimat bersama dengan Menlu Inggris Jack Straw.

"Pekan lalu, polisi berhasil mengidentifikasi teroris dalam waktu 48 jam," tambahnya. Dia yakin, kali ini polisi juga akan segera menyelesaikan kasus serangan Kamis lalu.

Gul mengacu pada dua serangan bom jibaku Sabtu lalu, terhadap dua sinagog di Istanbul. Polisi belakangan mengumumkan, para pelaku serangan bom tersebut adalah warga negara Turki.

Serangan Kamis lalu ditujukan terhadap gedung Konsulat Jenderal Inggris dan gedung HSBC, sebuah bank yang berpusat di kota London. Para pejabat Turki mengatakan, ledakan Kamis lalu sangat mirip dengan serangan terhadap sinagog Sabtu lalu.

Tampaknya, seluruh empat serangan bom itu dilancarkan oleh kelompok pengebom jibaku yang mengemudikan mobil van atau mobil bak terbuka berisi bahan peledak.

Dari penyidikan awal, pihak berwenang melaporkan empat warga negara Inggris termasuk di antara 27 korban tewas, termasuk Konsul Jenderal Roger Short. Semua korban, kecuali tiga, telah diidentifikasi.

Beberapa pejabat mengatakan mereka telah menemukan potongan tubuh yang diduga bagian tubuh pelaku serangan. Sebanyak 50 dari 450 korban luka, masih dirawat di rumah sakit.

Gul dan Straw mengutuk serangan itu, dan menegaskan kerja sama internasional sangat diperlukan jika dunia ingin menghentikan terorisme. Menlu Straw mengatakan Inggris siap membantu Turki dengan cara apa pun.

Dikatakan, serangan bom maut tersebut telah memperkuat tekad Inggris agar Turki dapat menjadi anggota penuh Uni Eropa. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA