
| Sabtu, 22 November 2003 | Berita Utama |
Pemilu 2004Pemilu Berjalan, tapi Tak IdealPURWOKERTO - Meski ada upaya penggagalan, Pemilu 2004 tetap bisa berjalan, meski pelaksanaannya tidak ideal. Tidak idealnya pelaksanaan pemilu itu disebabkan oleh sistem pemilu yang masih mengambang dan sifat jurdil yang akan sulit dicapai. "Saya optimistis Pemilu 2004 tetap bisa berjalan, meski pelaksanaannya tidak ideal," tandas anggota Komisi I DPR RI dari FKB, Chotibul Umam Wiranu, dalam perbincangan dengan wartawan, kemarin, di Purwokerto. Menurut dia, di samping berjalan tidak ideal, dalam Pemilu 2004 partisipasi masyarakat sudah bisa dipastikan bakal menurun. Turunnya partisipasi ini karena para wakil rakyat yang saat ini duduk di DPR, DPRD I, dan DPRD II tidak mencerminkan kehendak rakyat. Para wakil rakyat hasil Pemilu 1999 yang kini duduk di legislatif sangat sedikit yang mau mengerti kehendak rakyat. Kebanyakan para wakil rakyat mementingkan dirinya sendiri sehingga tidak heran banyak anggota legislatif kaya mendadak. "Persentase golput bisa dipastikan akan meningkat. Hanya pemerintah selama ini menutup-nutupi. Golput meningkat karena masyarakat kecewa terhadap partai politik dan pemerintah yang berasal dari partai politik," ungkap Umam yang juga Ketua Departemen Pengembangan Demokrasi DPP PKB. Meski berjalan tidak ideal, Pemilu 2004 jangan sampai ditunda atau gagal. Sebab, kalau sampai tertunda, rezim yang akan diuntungkan karena tetap berkuasa. Paling tidak masih tetap memegang kekuasaan. "Konsekuensi kalau pemilu ditunda, sudah bisa dipastikan akan terjadi gejolak di masyarakat," imbuh salah satu caleg PKB untuk DPR RI dari Banyumas ini.(G23-78t) |