
| Sabtu, 22 November 2003 | Berita Utama |
Tewas Tergiling Mesin TebuMALANG- Nasib tragis menimpa Eko Sulistyo (21), buruh harian pabrik gula mini (PGM) milik Pemkab Malang. Warga Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Malang itu tewas secara mengenaskan karena tergiling mesin penggiling tebu, Kamis (20/11) siang. Beberapa rekannya menuturkan, korban sehari-hari bertugas memasukkan batang-batang tebu ke mesin giling. Berdasarkan keterangan beberapa saksi, polisi menduga korban terseret ke rantai mesin ketika membuang ampas tebu dengan keranjang. "Keranjang itu mungkin tersangkut di rantai mesin, lalu ikut tergiling mesin bersama korban yang barangkali berusaha menarik keranjang itu supaya tidak ikut tergiling," ungkap seorang polisi. Dugaan itu dikuatkan dengan adanya serpihan keranjang dan ampas tebu di rantai mesin. Seorang karyawan awalnya curiga ketika jalannya mesin penggiling tebu itu tersendat-sendat. Padahal, mesin itu masih baru. Dia kemudian meminta rekannya yang lain untuk mengecek dengan menghentikan mesin. "Setelah ditelusuri, ternyata di rantai mesin ditemukan tubuh korban dan sisa-sisa keranjang berikut ampas tebu," jelas rekan korban kepada penyidik di kantor polisi Kepanjen, Malang. Polisi kesulitan mengeluarkan tubuh korban dari mesin itu. Aparat Polres Malang yang dibantu sejumlah karyawan pabrik gula itu membutuhkan waktu hampir dua jam dari sekitar pukul 12.00. "Kami menduga, keranjang itu yang awalnya menyangkut di rantai dan korban yang berusaha menariknya malah ikut terseret," kata Kapolres Malang AKBP Unggung Cahyono. PGM yang terletak di Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kabupaten Malang itu dikenal dengan Kawasan Industri Gula Masyarakat (Kigumas) itu masih dalam taraf uji coba. Pabrik dirancang berkapasitas giling 250 ton tebu/hari. Asisten II Sekda Kabupaten Malang Drs Nechrudin menjelaskan, pemborong dalam hal ini PT Welthes Nusantara Surabaya belum menyerahkan pekerjaannya kepada Pemkab. "Memang pabrik itu dalam masa uji coba, bahkan uji cobanya pun kadang menggunakan air," kata dia sambil menambahkan, musibah itu terjadi pada hari ke-9 masa uji coba. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Malang Ir Freddy Tahelatu mengemukakan, dari uji coba tersebut minggu ini diharapkan sudah bisa menghasilkan gula.(jo-13j) |