
| Sabtu, 22 November 2003 | Berita Utama |
Korps Marinir Tambah Dua BatalyonMALANG-Kekuatan Korps Marinir TNI AL dalam waktu dekat akan bertambah dengan pembentukan Batalyon Infantri (Yonif) 8 pada Desember 2003 dan Yonif 9 antara Maret dan Agustus 2004. Pada Mei lalu, sudah dibentuk Yonif 7 berkedudukan di Cilandak, Jakarta. KSAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh mengatakan hal itu ketika menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Ke-58 Korps Marinir TNI AL di lapangan apel Brigif I Pasmar 1, Surabaya, belum lama ini. Ketiga batalyon tersebut, kata dia, nantinya akan membentuk Brigade Infanteri 3 yang akan dikembangkan menjadi Pasukan Marinir (Pasmar) 2, yang bermarkas di Piabong, Lampung. Kekuatan satu pasmar sekitar 7.000 prajurit terdiri atas satu brigade infanteri, satu resimen bantuan tempur, satu resimen artileri, satu resimen intai amfibi (taifib), dan satu resimen kavaleri. Apalagi, menurut dia, terhitung mulai 5 November 2003, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto telah menyetujui jabatan komandan pasmar, yang semula kolonel pemantapan menjadi jabatan strata perwira tinggi bintang satu. Selain pemantapan organisasi tempur, Korps Marinir juga perlu diperlengkapi dengan sistem senjata baru untuk mengganti isi arsenalnya yang berusia tua. Jip Baru Kini TNI AL sudah membeli 80 jip baru buatan Korea Selatan dan senjata lars panjang buatan Ceko yang menurut KSAL kekuatannya di atas AK 47. Disinggung kesiapan menghadapi Pemilu 2004, dikatakan, Korps Marinir telah menyiapkan diri dan siap melaksanakan tugas mengamankan jalannya pesta demokrasi itu. "Kami sudah menyiapkan pasukan antiteror untuk mengamankan pemilu." Tentang kekuatan yang dimiliki, dikatakan, kini ada lima batalyon yang bertugas di Aceh, sedangkan tiga batalyon lainnya berada di Pulau Jawa. "Berapa pun yang dibutuhkan, kami selalu siap, tergantung permintaan Mabes TNI, termasuk bila Polri meminta kami mem-back up-nya." Pada pelaksanaan upacara itu, dalam guyuran hujan lebat, dilangsungkan defile pasukan kendaraan tempur yang dimiliki Korps Marinir, termasuk di antaranya peragaan empat roket RM 70 GRAD multilaras yang dibeli beberapa waktu lalu. (jo-13) |