logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Berita Utama  
Line

Lingkungan Rusak karena Manusia

SEMARANG-Di muka bumi ini, di antara makhluk ciptaan Allah SWT, manusia adalah makhluk paling tinggi dan mulia derajatnya karena mereka mempunyai akal dan pikiran.

''Karena itu, Allah SWT menjadikan mereka sebagai kalifah atau pemimpin guna mengatur kehidupan di dunia. Manusia tidak hanya hidup untuk makan, tapi makan untuk hidup.''

Wakil Ketua DPRD Jateng H Moch Hasbi mengatakan hal itu saat memberikan ceramah dalam tarawih keliling (tarling) Badan Amalan Islam (BAI) Jateng di kantor Badan Kesbang dan Linmas Jateng, Jalan A Yani, Semarang, Jumat (21/11). Sebagai imam HM Saefoeddin.

Dengan demikian, lanjut Hasbi, manusia akan memberikan arti positif dalam kehidupan di dunia. Jika hidup untuk makan, maka manusia itu tidak ada artinya bagi diri sendiri, lingkungan, bangsa, dan negara.

''Dengan akal pikiran itu, mereka dituntut mampu memberikan wawasan dan sumbangan pikiran terhadap bangsa dan negara.''

Namun jika akal pikiran tersebut tidak digunakan secara arif, yang terjadi adalah kerusakan lingkungan. Padahal, kerusakan lingkungan di beberapa tempat hanya menyisakan kesedihan. Dia mencontohkan banjir Bahorok, Langkat, Sumut, yang menewaskan sedikitnya 138 orang.

''Itu adalah kesalahan manusia sendiri.''

Wakil rakyat putra Nanggroe Aceh Darussalam itu juga menyoroti pemberlakukan HPH yang bisa merusak ekosistem. (H3-13)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA