logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Berita Utama  
Line

Dana Kunjungan Kerja Membengkak

  • Dibahas Komisi B Sebesar Rp 4,191 Miliar

SEMARANG-Baru sehari pimpinan Dewan meminta komisi-komisi di DPRD Jateng yang membahas alokasi kunjungan kerja untuk merasionalisasi anggaran, ternyata tidak direspons Komisi B.

Dalam pembahasan program kunjungan kerja dengan Bappeda, Kamis malam (20/11), Komisi B menyetujui program lawatan ke luar negeri. Bahkan, anggaran yang disetujui membengkak dari sebelumnya dialokasikan Rp 3,319 miliar naik menjadi Rp 4,191 miliar.

Rapat pembahasan yang berlangsung hingga pukul 20.30 itu dipimpin Ketua Komisi B Drs H Moechson Boerhani dan Wakil Ketua Drs H Ahmad Farid MA. Eksekutif dihadiri Kepala Bappeda Prof Dr Miyasto, Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng Ir Yeru Salimianto, serta dari Dinas Pariwisata, Disperindag, Biro Bangda, dan Biro Perekonomian.

Drs H Ahmad Farid MA menururkan, dalam rapat tersebut komisinya menyetujui usulan kunjungan kerja setelah mempertimbangkan esensi kegiatan. Semua program yang diusulkan itu memiliki arti penting bagi kemajuan Jateng, terutama mengenalkan potensi Jateng dan untuk menarik investor asing.

Selain itu, pihaknya mengaku, belum diberi tahu pimpinan Dewan tentang kesepakatan politik pimpinan Dewan agar kunjungan kerja ke luar negeri tidak mengikutsertakan anggota Dewan. Pihaknya juga belum diberi tahu terkait rasionalisasi anggaran lawatan ke mancanegara.

''Kami hanya berpikir demi kepentingan Jawa Tengah, tidak berpikir anggota Dewan ikut atau tidak,'' kata anggota FKB ini.

Sibuk Pemilu

Menurut dia, diminta atau tidak diminta, kunjungan ke luar negeri mendatang sulit diikuti oleh anggota Dewan. Sebab, mereka akan disibukkan dengan persiapan pemilu dan pemenangan suara partai politik. ''Terlebih program luar negeri biasanya berlangsung pada pertengahan tahun atau menjelang akhir tahun,'' tandasnya.

Terkait dengan pembengkakan anggaran tersebut, Farid menjelaskan, tidak tahu kalau ada pembengkakan. Sebab, draf pengajuan sebesar itu diterima dari eksekutif dan Komisi B hanya membahasnya.

Dari data yang diajukan Bappeda Jateng, tercatat rencana anggaran untuk program lawatan mancanegara yang sebelumnya Rp 3.319 miliar naik menjadi Rp 4,191 miliar. Tidak hanya penambahan dana, tetapi juga ada negara tujuan yang berubah, seperti kunjungan ke Eropa Timur yang semula dijadwalkan, diganti ke Italia. Sedangkan tambahan tujuan kunjungan adalah ke lembaga internasional (ILO) dengan alokasi anggaran Rp 900 juta dan ke Italia Rp 545 juta.

Kunjungan kerja ke luar negeri dikemas Program Trade Tourism Invesment (TTI), di antaranya Partisipasi ITB di Berlin Jerman selama 6 hari dengan diikuti 9 orang yang dialokasikan Rp 551 juta, sedangkan sebelumnya dianggarkan Rp 202 juta. Kemudian kunjungan JATA Jepang yang diikuti 15 orang selama 6 hari Rp 522 juta, sebelumnya Rp 855 juta. Partisipasi ATF di Laos 16 orang selama 6 hari dianggarkan dana Rp 197 juta dari sebelumnya Rp 164,5 juta.

Roadshow dan promosi dagang ke Eropa yang diikuti 17 orang selama 10 hari dianggarkan Rp 963 juta. Timur Tengah 22 orang selama 7 hari Rp 416 juta, sebelumnya Rp 352,5 juta. Misi investasi ke Italia 19 orang selama 6 hari Rp 545 juta dan kunjungan ke lembaga internasional (ILO) diikuti 18 orang Rp 900 juta. Kedua program itu saat dibahas dalam rapat gabungan komisi A, B, C, D, dan E di Komisi D tidak direncanakan.(H1,G1-69t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA