logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Berita Utama  
Line

BI: Belum Ada Fit and Proper Test untuk Calon Direksi BNI

JAKARTA- Bank Indonesia (BI) belum menerima permintaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon direksi Bank BNI, meski Menneg BUMN Laksamana Sukardi mengatakan, pergantian direksi bank milik pemerintah itu akan dilakukan Desember 2003.

"Saya kira belum ada permintaan itu. Artinya, mungkin belum sampai ke BI," ujar Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Jakarta, kemarin.

Dia mengemukakan, saat ini pihaknya masih menunggu langkah-langkah yang akan diambil pihak lain termasuk permintaan fit and proper test terhadap para calon direksi. "Saya kira pada awal bulan depan (Desember) atau setelah liburan ini, baru akan ada langkah-langkah dari pemerintah," jelas Burhanuddin.

Dalam beberapa kesempatan, Menneg BUMN Laksamana Sukardi mengungkapkan, direksi BNI dipastikan akan diganti pada saat pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Desember mendatang. "RUPSLB BNI dilakukan Desember 2003, agendanya tentu saja perubahan direksi," kata Laksamana Sukardi.

Dalam RUPSLB nanti, Menneg BUMN juga akan meminta penambahan personel di jajaran dewan komisaris. Rencana penyelenggaraan RUPSLB itu menyusul mencuatnya kasus letter of credit (L/C) fiktif senilai Rp 1,7 triliun yang terjadi di bank BUMN itu.

Laksamana berpendapat, kecerobohan atau kasus yang terjadi di BNI tidak akan terjadi jika tidak ada kontribusi atau kerja sama dari orang dalam BNI. Dia juga meminta kepada pihak berwajib untuk tidak pandang bulu terhadap mereka yang terlibat dalam kasus L/C BNI tersebut.

"Direksi yang terlibat tidak hanya akan diganti, tetapi apabila terbukti mendukung proses pembobolan itu, harus diproses berdasarkan hukum," tandas Laksamana.(ant-69j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA