
| Sabtu, 22 November 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Operasional Polder Tak Perlu Tunggu BirokrasiBALAI KOTA- Operasionalisasi kolam retensi (polder) Tawang sudah mendesak dilakukan, karena musim hujan sudah tiba. Karena merupakan bagian bagi pelayanan publik, operasionalisasi kembali kolam itu tidak perlu menunggu prosedur birokrasi. Anggota Komisi D DPRD Kota Drs Rudy Soehardjo mengatakan, sangat ironis jika perbaikan kolam itu sudah selesai, namun tidak bisa berfungsi karena belum diserahkan kembali ke Pemkot. Mestinya, setelah selesai diperbaiki harus segera dikembalikan pengelolaannya ke Pemkot. Namun jika hal itu belum dilakukan, maka pihak yang berwenang saat ini harus memfungsikannya. Akibat tidak berfungsinya kolam retensi Tawang, genangan di kawasan Kota Lama dan sekitarnya pada Kamis lalu tidak cepat surut, walaupun Pemkot telah mengoperasionalkan pompa di Kali Baru. Perawatan Dia menduga, munculnya genangan di berbagai tempat juga akibat banyak saluran masih terhambat sampah. Pemerintah Kota berikut aparatnya dan masyarakat memang telah berupaya membersihkan saluran. Namun hal itu ternyata belum efektif. Selama ini Pemkot selalu membersihkan saluran dengan cara hit and run. Dengan kata lain, pembersihan saluran hanya dilakukan sesekali. Akibatnya, usai dibersihkan saluran itu kembali dipenuhi sampah. Pemkot juga diminta melakukan inventarisasi saluran-saluran yang paling bermasalah. Selanjutnya, saluran-saluran itu harus dibersihkan secara rutin sepanjang tahun. Apabila masalah saluran ini tidak teratasi, maka saat hujan akan selalu menimbulkan genangan berbagai tempat di Kota Semarang. Pada saat itu banyak pengguna jalan harus terjebak banjir. ''Maka pada saat hujan, warga sebaiknya tidak memaksakan diri bepergian,'' kata dia. (G6-73) |