logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Jalan-jalan di Pusat Kota Macet

  • Pemudik Mulai Masuk Kota Semarang

SEMARANG- Memasuki H-4 Lebaran lalu lintas di sejumlah jalan protokol di Kota Semarang mulai tersendat. Sejumlah kendaraan bernomor polisi luar kota seperti B (Jakarta), D (Bandung), L (Surabaya), N (Malang) terlihat mulai memadati kota atlas.

Dari pemantauan, ruas jalan protokol yang padat terjadi antara lain di Jl Majapahit (Jl Brigjen Sudiarto) tepatnya di depan Pasar Gayamsari, depan SMP 2 Semarang, kawasan Bangkong, kawasan Pasar Johar, dan Jl Agus Salim.

Kepadatan arus lalin juga tampak di Jl Pandanaran tepatnya di sekitar kawasan pusat oleh-oleh khas Semarang, Kawasan Simpanglima, Jl Pahlawan, Pasar Jatingaleh, Bundaran Kalibanteng, Jl Gajah Mada, Jl Raya Kaliagwe, Jl MH Thamrin, Jl MT Haryono, dan Jl A Yani.

Di antara mobil yang berjalan merayap, tampak sejumlah kendaraan bernomor polisi luar kota. Umumnya mereka membawa barang-barang yang diletakkan di bagian atas mobil. Tidak hanya itu, pemudik yang mengendarai sepeda motor juga mulai melintas di Semarang.

''Jumlah kendaraan luar kota sejak dua hari lalu semakin meningkat. Saya kira semakin mendekati hari Lebaran jumlahnya akan semakin meningkat,'' kata seorang polisi yang berjaga di perbatasan Semarang-Kendal.

Menurut Darto (38) pengemudi Angkota jurusan Pengaron-Karangayu, kepadatan arus lalu lintas dirasakan sejak dua hari terakhir. Bahkan pada sejumlah perempatan panjang antrean kendaraan mencapai 300 meter. Padahal kalau hari biasa tidak sampai 50 meter. ''Saya sering terjebak kemacetan di depan Panti Marhaenis. Tidak hanya satu jam, tetapi bisa berjam-jam,'' katanya.

Kemacetan di Jl Pandanaran, tepatnya di kawasan pusat oleh-oleh khas Semarang, disebabkan banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan. Akibatnya, kendaraan yang melintas di kawasan itu akhirnya harus berjalan pelan.

''Kalau parkirnya ditata saya yakin kemacetan di sini tidak perlu terjadi. Mestinya ujung perempatan jalan dilarang untuk parkir, ini kok dipakai untuk parkir mobil,'' kata seorang pengemudi angkota.

Di Pedurungan

Pemandangan serupa juga terlihat di perempatan Pedurungan. Hampir setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk, kawasan itu macet. Beberapa hari terakhir kondisinya makin parah. Ironisnya, tak ada polisi yang membantu mengatur arus lalu lintas.

Jalan Gajah Mada dan Jalan MH Thamrin yang biasanya lengang kemarin juga macet. Kendaraan yang melewati jalan tersebut sebagian besar limpahan dari kendaraan yang akan melewati kawasan Simpanglima. ''Saya menghindari Simpanglima dengan perkiraan di sini tidak macet, ternyata sama saja,'' ujar Sulanji (40) karyawan di Pertamina Jalan Thamrin yang terjebak macet di depan RM Nglaras Roso.

Kemacetan di Jalan Gajah Mada kemungkinan disebabkan banyaknya masyarakat yang akan berbelanja di toko-toko di sepanjang jalan tersebut. Selain di depan sebuah swalayan, titik kemacetan terjadi di sekitar toko mainan anak-anak dan perempatan antara Depok dan Kranggan.

Meski tidak macet total, namun arus kendaraan berjalan sangat lambat, belum lagi banyaknya angkutan kota yang menurunkan dan menaikkan penumpang sembarangan. (D14,G2-83)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA