
| Sabtu, 22 November 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Hasil Panen untuk Lebaran Terseret Arus
GROBOGAN - Desa Lebak termasuk salah satu dari delapan desa di Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan yang Kamis lalu dilanda banjir. Di desa itu sejumlah rumah milik warga mengalami rusak berat akibat diterjang arus deras. Warga yang rumahnya rusak antara lain Romdi, Setu, Kurdan, Kadar, Salim dan Sawijan. Arus air telah menjebolkan dinding rumah penduduk yang terbuat dari bahan kayu jati dan menyeret semua perabot rumah tangga dan hasil panen yang tersimpan di dalamnya. Namun, para penghuni berhasil menyelamatkan diri ke daerah yang aman. Salah seorang warga, Romdi mengatakan banjir itu datang ketika penduduk tengah bersiap-siap melaksanakan shalat tarawih. Mereka terpaksa membatalkan shalat tarawih karena air mulai menggenangi rumah. Dalam hitungan menit datang arus deras dengan suara gemuruh. Arus deras juga menghanyutkan dua jembatan hasil swadaya masyarakat Lebak. Banjir itu datang tanpa bisa diduga. Warga mengaku tidak mengetahui tanda-tanda bakal terjadi banjir bandang. Sebab, sungai kecil di dekat perkampungan belum meluap. Namun, menjelang shalat tarawih tiba-tiba datang arus besar. Dalam sekejap arus air itu menyeret semua perabot rumah tangga dan gabah yang tersimpan di rumah. Gabah itu akan digunakan untuk persiapan menyambut Lebaran. ''Saya tak punya apa-apa lagi sekarang. Lemari pakaian dan bahan pangan untuk Lebaran habis terseret arus,'' tuturnya. Warga yang rumahnya rusak kemarin mendapat bantuan Rp 500 ribu per orang dari Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE. Mulai Surut Kemarin genangan di sejumlah desa sudah mulai surut. Ratusan warga sibuk menguras lumpur yang menggenangi rumah mereka. Penduduk khawatir banjir susulan bakal tiba karena hujan deras kemungkinan masih akan turun lagi. Banjir itu juga menyebabkan sebagian tanaman jagung dan padi di tujuh desa rusak. Menurut warga, hutan di pegunungan Kendeng Utara memang gundul akibat dijarah. Itu sebabnya air hujan di daerah pegunungan langsung terbuang ke dataran rendah. Sungai-sungai kecil di sekitar pemukiman penduduk tak mampu menampung kiriman air dari daerah pegunungan. Tim penanggulangan bencana alam kecamatan Grobogan mencatat, jumlah rumah yang tergenang banjir kiriman dari pegunungan Kendeng Utara di tujuh desa, Jumat (21/11) bertambah dari 600 unit menjadi 2.000 unit. Jumlah terbanyak di Desa Teguhan, 500 rumah. Seperti diberitakan, hujan deras yang mengguyur Grobogan menyebabkan sekitar 600 rumah penduduk di Desa Putatsari, Tanggungharjo, Teguhan, Ngabenrejo, Karangrejo, Lebak dan Kelurahan Grobogan tergenang air 60-80 cm. Di Putatsari ketinggian air mencapai 1 meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun penduduk dibuat panik karena banjir kiriman tersebut dalam sekejap menggenangi ratusan rumah penduduk. Banjir dadakan itu juga menyebabkan arus lalu lintas Purwodadi-Pati macet selama beberapa jam karena genangan jalan, tepatnya di wilayah Ketapang Temon, mencapai 1 meter. Bupati juga menyerahkan bantuan dana Rp 5 juta untuk pembuatan jembatan darurat. DPC PDI-P membantu per orang Rp 500 ribu untuk warga yang rumahnya rusak, bahan pokok, pakaian pantas pakai dan buku tulis. Bantuan diserahkan Bendahara PDI-P Dra Hj Retno Agus Supriyanto. (A23-63) |