logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Ngabuburit di Kios Persewaan Buku

NGABUBURIT atau menunggu waktu berbuka puasa bisa dilakukan di mana saja. Ada yang malas-malasan di depan pesawat televisi, nongkrong di Jalan Pahlawan, atau melihat pesawat di anjungan Bandara A Yani. Namun ternyata yang tak kalah asyik adalah nongkrong di kios persewaan komik.

Itulah yang terlihat di beberapa persewaan buku, antara lain di sekitar kampus Universitas Diponegoro, Pleburan, Semarang. Meski saat ini tak ada buku yang meledak di pasaran, niat warga mendatangi tempat persewaan buku tidak surut.

''Memang ramai, tetapi tidak seperti Ramadan tahun kemarin,'' kata Erwin, pengelola persewaan buku Chinmi di Jalan Hayam Wuruk, kemarin.

Salah satu penyebab, saat ini tidak ada buku yang meledak di pasaran. "Ramadan tahun kemarin bersamaan dengan larisnya novel Harry Potter. Namun tahun ini tidak. Masyarakat menunggu kelanjutan buku itu,'' tutur dia.

Meski tidak seramai Ramadan tahun lalu, bila dibandingkan dengan hari-hari di luar Ramadan, kali ini volume peminjaman buku tetap meningkat. ''Peminjam masih menyukai komik silat,'' tutur Erwin.

Dia mencontohkan di luar Ramadan peminjam sekitar 250 orang. Namun selama Ramadan bisa di atas 300 orang. Khusus Jumat bahkan bisa 500 orang.

''Sebab, waktu pinjam sampai Senin. Waktu pinjam itu tetap dihitung satu hari pinjam,'' ujar dia.

Ramainya persewaan buku tidak terlepas dari kebiasaan remaja menghabiskan waktu menunggu buka puasa. ''Dengan melahap bacaan itu tanpa terasa sudah sore,'' kata Elia N, mahasiswa Fakultas Ekonomi Undip.

Dia hobi berat membaca komik bertema perempuan ini. Dia sekali pinjam bisa membawa buku tiga seri sekaligus. ''Sewanya murah kok,'' tutur dia.

Harga sewa di Chinmi, misalnya, bervariasi. Komik baru Rp 500/hari. Komik lama antara Rp 150 dan Rp 400/hari. Novel Rp 2.800/dua hari dan majalah Rp 2.500/dua hari.

Namun tak semua persewaan buku ramai pelanggan pada Ramadan ini. Pengelola persewaan buku Lucky Luke di Jalan Pleburan mengakui ada penurunan volume peminjam pada Ramadan ini.

Salah satu pengelola, Agung, mengemukakan volume peminjaman Ramadan ini rata-rata di atas 50 orang. ''Padahal, sebelumnya 70 orang setiap hari,'' ujar dia. Pelanggan dia sebagian besar kalangan mahasiswa.

Dia beralasan, peminjam berkurang antara lain karena sebagian mahasiswa sudah pulang kampung. ''Bagaimana tidak menurun? Seusai ujian semester yang berakhir 4 November, banyak mahasiswa pulang kampung,'' ujar dia.

Dia menuturkan tak ada buku yang meledak di pasaran juga membuat pelanggan enggan datang secara rutin. Harga sewa, ujar dia, buku baru hanya Rp 400/hari dan buku lama Rp 200/hari. ''Murah kan?''

Meski tak seramai sebelum Ramadan, rata-rata pengunjung meminjam komik untuk menunggu buka puasa. ''Daripada ngabuburit di jalanan lebih baik baca buku,'' kata Afifah, mahasiswa Undip asal Semarang. (Jamal Al Ashari-83g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA