
| Sabtu, 22 November 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Asyiknya Mudik Naik Sepeda MotorBERSILATURAHMI dengan orang tua dan kerabat di kampung halaman memang membawa kebahagian tersendiri. Namun, apabila harus antre tiket, berdesakan dalam bus, dan berbagai risiko lainnya membuat orang mencari alternatif mudik yang paling murah dan nyaman. Beberapa orang memilih mudik dengan mengendari sepeda motor ketimbang naik bus umum atau kereta api. Selain dirasa lebih hemat, juga aman dan nyaman. ''Naik sepeda motor itu lebih hemat dan tidak ada risiko kecopetan,'' tandas Ayik (33), karyawan City Bank di Kota Semarang. Usai Shalat Subuh Karena jarak antara Semarang dan rumahnya sekitar 300 kilometer, lelaki asal Bandung itu memilih berangkat mudik usai shalat subuh dengan harapan sampai di rumah tidak kemalaman. ''Saya pulang sendirian, ini sudah biasa,'' tuturnya. Begitu juga dengan Fatur (23) mahasiswa STIE Widaya Manggala. Bedanya, lelaki asal Tegal itu memilih pulang kampung bersama-sama dengan teman sekampusnya yang berasal dari daerah yang sama. ''Pulang bersama-sama itu lebih asyik, menyenangkan, dan tidak banyak risiko. Karena kami saling membantu jika ada masalah di jalan, seperti mogok,'' katanya. Kenapa memilih naik sepeda motor? Fatur mengatakan, mengendarai sepeda motor itu lebih cepat ketimbang naik bus. ''Selama dalam perjalanan kami akan memilih jalur alternatif dan perkampungan. Ya, hitung-hitung wisata perjalanan,'' katanya. Meski demikian, kata dia, bagi pengendara motor harus lebih berhati-hati, karena selalu ada potensi masalah yang bisa mengadang di perjalanan seperti mogok. Untuk itu, kondisi sepeda motor harus diperhatikan. ''Mengetahui kondisi sepeda motor harus dijadikan bagian dari kegiatan mudik. Perjalanan yang relatif jauh pengemudi wajib tahu apa yang harus dipersiapkan sebelum berpergian, dan kami sudah mempersiapkannya,'' ujarnya. Selain memanfaatkan jasa bengkel untuk memeriksa kendaraan secara ringan dapat dilakukan sendiri. ''Jangan lupa bawa cadangannya busi, lampu, dan perlengkapan kunci-kunci,'' anjurnya.(Aris Mulyawan73) |