
| Sabtu, 22 November 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Proyek Jalan Kabunan Terancam Dihentikan
SLAWI - Proyek pembangunan jalan aspal di Desa Kabunan dan Desa Kedawung, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang dibiayai APBD II TA 2003 sekitar Rp 535 juta, kini terancam dihentikan. Itu setelah Komisi D mengetahui banyak penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut. Salah satu penyimpangan yang ditemukan komisi bidang pembangunan itu, antara lain rekanan ternyata menggunakan batu blonos yang sulit merekat pada aspal. Sesuai dengan bestek seharusnya CV Sumber Cipta selaku rekanan menggunakan batu split ukuran 57. ''Warga Desa Kabunan yang mengetahui soal kualitas batu-batuan mengancam menolak pengiriman batu blonos untuk pengaspalan jalan desa mereka. Kalau rekanan tetap nekat mengirim, mereka akan berdemo ke kantor rekanan atau ke DPU Kabupaten Tegal,'' ungkap Sugirman, tokoh Desa Kabunan yang juga anggota Komisi D. Dia juga mendapat keluhan dari Akmar KS, Ketua BPD. Jika pembangunan jalan beraspal sepanjang 1.100 meter dibangun asal-asalan, sebaiknya rekanannya diganti. Sebab, jika diteruskan, selain akan merugikan warga desa itu, anggaran Pemkab gampang dipermainkan atau jadi bancakan seenaknya. Tidak Dibayar Sugirman mengatakan, pihaknya juga menerima keluhan dari puluhan pekerja yang sudah dua minggu belum mendapat bayaran. Bahkan, proyek jalan selebar 4 meter itu kini terancam tidak dikerjakan lagi karena sudah lebih dari sepekan proyek terbengkalai. Ketua Komisi D Harjo Rasdi mengatakan, surat perintah kerja (SPK) pembangunan jalan yang dipegang rekanan CV Sumber Cipta akan direkomendasikan untuk dicabut. Rekanan tersebut juga bakal tidak diikutkan dalam tender pembangunan jalan pada tahun anggaran berikutnya. ''Percuma ngurusi rekanan seperti ini. Kami akan rekomendasikan mencabut SPK-nya,'' tandas Harjo. Sunanto, Direktur CV Sumber Cipta, hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi. Berulang-ulang telepon genggamnya tidak bisa dihubungi. Sementara itu, Kepala DPU Ir Sarsito mengungkapkan, pekerjaan pembangunan jalan di Desa Kabunan terhenti karena rekanan sulit mendapatkan mesin wales. Rekanan sudah berusaha meminjam di perusahaan lain, tapi hingga sekarang belum mendapatkannya. Dibyo, salah seorang pengawas pekerjaan proyek itu mengungkapkan, memang sudah beberapa hari pekerjaan pembangunan proyek jalan macet. Itu akibat rekanan belum mendapatkan mesin wales. ''Kami tadi (kemarin-Red) meninjau dan memanggil rekanan. Kami minta agar proyek jangan sampai terbengkalai. Dan memang sudah mulai ada pekerjaan kembali,'' ujar Dibyo. (D12-74e) |