logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Sala  
Line

Jaburan-jaburan

Anak Bupati Tak Lolos Tes CPNS Menangis

SRAGEN-Bupati H Untung Wiyono menjamin tes seleksi CPNS di Kabupaten Sragen bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Terbukti, salah satu anaknya yang mendaftar ujian CPNS tidak lolos seleksi tahap awal.

''Anak saya menangis karena gagal tes. Silakan menangis karena papanya (H Untung-Red) tak bisa membantu,'' tuturnya. Dia menyatakan hal itu saat menghadiri safari subuh keliling di Masjid Jamiah At-Taqwa Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, kemarin pukul 05.00.

Safari putaran ke-24 itu diikuti Ketua DPRD H Slamet Basuki, Sekda Drs Srimoyo Tamtomo, Camat Sambirejo Sudarno SH, para tokoh masyarakat, dan sejumlah pejabat pemerintah.

Pernyataan Bupati itu untuk menjawab pertanyaan Slamet Yuwono. Peserta dialog itu mempertanyakan soal isu suap dan KKN seputar seleksi 115 CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen.

Slamet memperoleh informasi peserta seleksi CPNS bisa lolos dengan memberikan imbalan puluhan juta rupiah. Isu yang merebak itu jadi perbincangan Keluarga Mahasiswa Sragen (KMS) di Jember, Malang, Yogyakarta, dan Semarang.

''Saya ingin mendengar jawaban Bupati,'' kata Slamet Yuwono. Bupati langsung menjawab. ''Kalau ada peserta CPNS lolos karena menyetorkan dana akan diganti berapa pun besarnya,'' kata Bupati.

Jika anaknya yang berminat menjadi PNS saja tidak lolos karena hasil tesnya tak memenuhi standar, bagaimana lagi dia menjelaskan bahwa seleksi CPNS bebas KKN dan sogokan.

Dia mengakui sejak seleksi untuk menjaring 115 PNS dibuka sudah 17 kali meluruskan tudingan soal KKN dan isu suap dalam penerimaan PNS.

Berang

Ketika tes dibuka ada orang dengan sangat yakin menitipkan anaknya. ''Kalau pakai ragat (biaya-Red) berapa, saya sanggup,'' tutur orang itu. Mendengar permohonan itu Bupati berang. Sebab, itu merupakan penghinaan.

Jika sejak awal seleksi CPNS sudah main suap agar lolos menjadi PNS, jangan harap ketika menjadi PNS berperilaku baik. Sebab, orang itu memulai dengan upaya tidak baik. ''Ketika menjabat orang semacam itu tentu mencari uang,'' tutur dia.

Suasana safari di masjid desa itu terasa hidup. Banyak peserta melontarkan pertanyaan beragam. Bupati pun dengan bersemangat menjawab pertanyaan saat berdialog.

Ada warga mengeluh karena kesulitan meminjam modal ke bank. Dia meminta petunjuk kiat atau mengelola bisnis. Ada pula warga yang mendukung Untung mencalonkan diri lagi sebagai bupati periode kedua tahun 2005.(nin-14g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA