
| Jumat, 21 November 2003 | Sala |
Pejabat yang Tak Peduli Koperasi Akan Di-nonjob-kanBOYOLALI - Pendirian koperasi di semua unit kerja kini getol digalakkan Bupati Boyolali, dr H Djaka Srijanta. Untuk menyukseskan gerakan itu dia Bupati akan me-nonjob-kan kepala unit kerja atau pejabat yang tak peduli pada koperasi. ''Ini salah satu komitmen saya untuk menggalakkan koperasi,'' kata dia, didampingi Kepala Kantor Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (KIKK) Dra Kristiana Purwanti, di kantornya, Rabu (19/11). Sejauh ini, kata dia, belum ada satu pun pejabat jadi ''korban'' gerakan pendirian koperasi. Namun jika suatu saat tak peduli gerakan koperasi mereka terpaksa di-nonjob-kan. Sebaliknya jika mempunyai prestasi dalam gerakan koperasi mendapat ''hadiah'' jabatan. Dengan kata lain, mendapat promosi jabatan Mengapa begitu getol dan peduli pada koperasi? Dia mengatakan, koperasi merupakan alat menyejahterakan anggota. Anggota bisa merasakan manfaat koperasi. Terbukti, menjelang Lebaran semua staf atau karyawan semua unit kerja menerima paket. Paket Lebaran antarunit kerja satu memang tidak sama. Itu tergantung pada besar simpanan anggota. ''Setiap Lebaran kami memang tidak memberikan THR kepada staf. Sebab, setiap unit kerja sudah membentuk koperasi dan menjelang Lebaran memberikan bingkisan. Inilah makna pendirian koperasi di setiap unit kerja,'' ucap dia. Bantuan Sebagai wujud kepedulian terhadap gerakan koperasi, dia memberikan bantuan ke setiap desa Rp 5 juta dari APBD. Bantuan ke kecamatan Rp 25 juta. Bantuan itu sebagai modal awal mendirikan koperasi berbadan hukum. Jenis usaha bisa simpan-pinjam atau warung serbaada. ''Saya minta semua pejabat atau kepala unit mempunyai komitmen tinggi pada koperasi. Sebab, koperasi merupakan alat yang tepat untuk menyejahterakan anggota. Saya tidak tahu konsep sistem ekonomi rakyat. Karena itu saya memilih koperasi,'' kata dia. (shj-14g) |