
| Jumat, 21 November 2003 | Sala |
Saluran Rusak, Ratusan Petani Resah
KARTASURA- Ratusan petani di tiga desa, yakni Ngabeyan, Wirogunan, dan Singopuran, Kecamatan Kartasura, resah. Keinginan mereka segera menggarap sawah terhambat kerusakan saluran irigasi akibat proyek Terminal Bus Gunung Pare (GP) Sukoharjo. Para petani berharap dapat segera mengerjakan lahan seiring dengan kedatangan musim hujan. Kini saluran irigasi yang biasanya kering sudah terisi air lagi. Namun karena sejumlah saluran tertimbun tanah uruk proyek GP, air tak bisa mengalir. Keinginan mereka menggarap lahan pun terhalang. Semula petani berharap instansi terkait segera turun tangan. Namun harapan itu tak mendapat sambutan. Padahal, sebagian besar petani sudah menebar benih. Karena tidak ada perbaikan, beberapa petani mendesak Tim Pendampingan Warga Argosuko turun tangan. Alasan mereka, tim itu yang kali pertama melontarkan ide pembuatan terminal. ''Kami akui, beberapa petani mendatangi posko dan mendesak segera ada perbaikan saluran irigasi,'' ujar Ketua Tim Pendampingan Mulyadi. Menanggapi desakan warga dia mengerahkan beberapa pekerja untuk mengeduk tanah yang menutup saluran. Namun karena keterbatasan dana dan tenaga kerja, baru sebagian kecil saluran terkeduk. Dia berharap petani turun tangan agar cepat rampung. Dia menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang kurang tanggap terhadap keluhan masyarakat. Pemerintah hanya berpikir jangka pendek, yakni bagaimana merampungkan pembangunan terminal. Namun pemerintah sama sekali tidak memikirkan dampak yang mungkin timbul. Keluhan Warga Sekretaris Desa Ngabeyan, Suryanto SH, kemarin, mengaku sering menerima keluhan warga. Mereka bertanya kapan saluran irigasi ke sawah diperbaiki. Petani khawatir bila tidak segera ditangani, benih yang telanjur ditebar terlalu tua ditanam. ''Kami mendukung pembangunan terminal GP. Namun kepentingan petani jangan dikorbankan.'' Sementara itu Kepala DPU Ir Slamet Sanyoto didampingi Kepala Kantor Hubungan Masyarakat, Informasi, dan Komunikasi Sudjoko SSos meminta petani tidak resah. Dia akan segera menangani ketersumbatan saluran yang menghambat aliran air. ''Kami sama sekali tidak bermaksud mengorbankan warga. Semua kepentingan kami akomodasi. Keresahan petani pun akan kami carikan jalan keluar,'' ucap dia.(G10-14g) |