
| Jumat, 21 November 2003 | Sala |
KPU Ajukan Dana Operasional Pemilu 2004 Rp 10,6 MiliarSUKOHARJO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo kembali mengajukan anggaran Rp 10,6 miliar untuk tahun 2004. Namun dikabarkan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo hanya mampu menganggarkan Rp 2,5 miliar. ''Kami akui telah mengajukan anggaran operasional pemilu 2004 Rp 10,6 miliar,'' ucap anggota KPU Kuswanto SH, kemarin. Dia menuturkan dana itu akan digunakan untuk membiayai semua kegiatan pemilu 2004. Salah satunya anggaran KPPS. Setiap tempat pemungutan asuara (TPS) beranggota sembilan orang. Padahal, TPS di Sukoharjo 2.350 buah dan tersebar di seluruh desa dan kelurahan. "Dengan TPS sebanyak itu, KPPS 21.000 orang.'' Jadi, kata dia, dapat dibayangkan betapa besar dana tunjangan KPPS. Paling tidak untuk tunjangan KPPS saja membutuhkan dana Rp 5,6 miliar. Rp 30.000 Setiap anggota KPPS akan menerima honor Rp 30.000. Namun dana operasional itu kemungkinan hanyadisetujui sekitar Rp 2,5 miliar oleh tim anggaran pemerintah. ''Bagi KPU dana sebesar itu jelas tidak bisa untuk membiayai pemilu.'' Dia khawatir jika usulan dana itu tidak disetujui penyelenggaraan pemilu terganggu. "Sehubungan dengan masalah itu, dalam waktu dekat ini kami akan bertemu tim anggaran eksekutif untuk menyinkronkan sehingga mencapai titik temu," ujar dia. Dia menuturkan dana KPU dari pusat tidak jauh berbeda dari anggaran tahun lalu. ''Kemungkinan dana yang diberikan KPU pusat hanya 20% sehingga tak bisa menutup seluruh kegiatan. Pembengkakan dana juga akibat pemilu dilakukan tiga kali, yakni 5 April untuk pemilu legislatif, 5 Juli pemilihan presiden putaran I, dan 20 September pemilihan presiden putaran terakhir.''(G10-14g) |