
| Jumat, 21 November 2003 | Sala |
H-3 Lebaran, Kerusakan Jalan Harus SelesaiKLATEN-Komisi D DPRD Klaten mendesak Sub Dinas Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten mengatasi kerusakan di beberapa titik jalur alternatif. Jalur utama dan jalur alternatif harus sudah selesai dan siap menerima arus mudik maksimal H-3 Lebaran 2003. Hal itu terungkap pada rapat gabungan antara Komisi D DPRD, DPU Klaten, dan Dinas Perhubungan di gedung DPRD Klaten, kemarin. Rapat digelar dengan tujuan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait kesiapan sarana dan prasarana menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kepala Subdin Bina Marga Ir Tadjuddin Akbar melaporkan, semua pekerjaan jalan yang dibiayai APBD 2003 sudah selesai. Selain itu, dia mengatakan, secara umum semua jalur utama dan jalur alternatif serta akses pariwisata di Klaten dalam kondisi bagus dan siap menampung para pemudik. Proyek jalan provinsi ruas Delanggu-Cokro dilaporkan terus dikebut pengerjaannya, tapi diperkirakan belum selesai hingga Lebaran. Ketua Komisi D Drs Anang Widayaka meminta Subdin Bina Marga untuk lebih teliti lagi dalam surveinya. Pihaknya mendapatkan laporan ada beberapa titik kerusakan yaitu terdapat di Desa Tulung di jalur alternatif Klaten-Boyolali dan di Desa Morisan serta dekat Pasar Pedan di jalur alternatif Karangwuni-Gunung Kidul. Semua yang berupa gorong-gorong rusak atau ambles. Hal yang sama ditemukan di dekat jembatan Daleman, Kecamatan Wonosari, yang masuk jalur alternatif Pakis (Klaten)-Solo Baru (Sukoharjo). ''Kami minta DPU terus mensurvei jalur alternatif dan akses pariwisata bila ditemukan ada kerusakan yang berpotensi menghambat arus mudik dan balik agar secepatnya diperbaiki. DPRD ingin semuanya beres maksimal H-3 Lebaran,'' kata Anang Widayaka. Proyek Delanggu-Cokro yang dipastikan belum selesai hingga Lebaran, Ketua Komisi D minta agar maksimal H-3 Lebaran semua pekerjaan dihentikan sementara dan alat-alat berat diminta dipindahkan supaya tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, khusus tikungan-tikungan tertentu agar dibenahi. Hal sama juga ditekankan kepada Dinas Perhubungan untuk melengkapi rambu-rambu yang dibutuhkan, khususnya papan penunjuk arah di jalur alternatif. Dewan menilai jalur utama Yogya-Solo meskipun sudah dilengkapi rambu dan penunjuk arah, tapi masih perlu ditambah baik jumlah maupun jenisnya. Saluran Hotline Pada rapat tersebut Tadjuddin menjelaskan, kerusakan di Tulung telah diperbaiki tapi belum selesai. Diusahakan H-3 Lebaran sudah bisa dilalui secara maksimal. Lubang di Pedan karena waktunya mepet akan ditutup dulu dengan menggunakan pelat baja dan akan diperbaiki seusai Lebaran. ''Kami akan berusaha memberikan pelayanan kepada para pemudik dengan cara menyiapkan kondisi jalan sebaik mungkin. Beberapa ruas jalan memang masih berlubang, tapi secara umum bisa dilewati,'' ucapnya sambil menambahkan pihaknya memberikan saluran hotline kondisi jalan di nomor telepon genggam 08121518437. Kesiapan jalan dalam menyambut arus mudik tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan pengguna jalan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.(F5-14s) |