
| Jumat, 21 November 2003 | Sala |
Jalur Pawonsari Ditutup Arus Mudik Terganggu
WONOGIRI-Sebagian ruas jalan di jalur selatan-selatan, yakni di lintas antarkabupaten-antarprovinsi Pawonsari, yang menghubungkan Kabupaten Pacitan (Jatim)-Wonogiri (Jateng)-Wonosari (DIY) ditutup. Karuan saja, penutupan jalur tersebut menyebabkan kelancaran arus mudik yang sudah mulai meningkat itu menjadi terganggu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Ir H Suprapto MM, didampingi Kabag Humas Pemkab Drs Bambang Eko Sarwono MM, Kamis kemarin menjelaskan, ruas jalur Pawonsari yang terpaksa ditutup total itu berada di lokasi Desa Tritis, di jalur jalan raya Giribelah Bayemharjo (Wonogiri) ke jurusan Donorojo (Pacitan-Jatim). ''Penutupan terpaksa dilakukan, karena ada bagian pengerjaan pelebaran jalan 12 meter dengan mengepras perbukitan batu dengan memakai alat-alat berat. Berbagai alat berat itu menyita badan jalan sehingga ruas di jalur Tritis harus ditutup,'' kata Suprapto. Sebagai alternatifnya, dibuka jalan alternatif lewat jalan pedesaan melingkar lewat Desa Gambiranom. Proyek pelebaran jalan raya Giribelah Bayemharjo sampai ke perbatasan Donorojo Pacitan sepanjang 7 km. Menurut dia, mayoritas jalan di Kabupaten Wonogiri 70 persen dalam kondisi baik dan siap untuk menerima kedatangan arus mudik Lebaran. ''Kalau pun ada sebagian jalan yang berlubang-lubang, kondisinya tidak separah dengan tahun lalu,'' katanya. Menjawab pertanyaan, dia menjelaskan, proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Wonogiri yang sudah dikerjakan sekitar 90 persen. ''Jadi tidak ada masalah dilalui arus mudik Lebaran.'' Kalau pun sekarang ada proyek perbaikan jalan, dia menambahkan, hal itu hanya menambal awal, sebelum nantinya dikerjakan secara permanen dengan aspal hotmix setelah Lebaran. Menurutnya, penambalan terpaksa dilakukan untuk menghindarkan kemungkinan terjadinya kemacetan dalam rangka Wonogiri menyambut kedatangan arus mudik. Proyek penambalan jalan yang sekarang dilakukan yakni jalan antarkecamatan di jalur Cengkal-Eromoko dan di jalur Kecamatan Karangtengah-Purwoharjo. Pihak DPU juga menginstruksikan kepada kalangan pemborong pembangunan jalan, untuk sementara dapat menyingkirkan tumpukan materialnya agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik. ''Kami juga ikut terlibat dalam mendukung operasi Ketupat Candi yang dilakukan Polres. Kami menugaskan pegawai DPU untuk piket bergiliran yang sewaktu-waktu dapat dikontak untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam,'' tuturnya. Mengecat Marka Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (DPPSB) Hendro Purbandoro SH MM mengatakan, untuk mewujudkan kelancaran, keamanan dan kenyamanan arus mudik Lebaran, pihaknya mengecat marka jalan sepanjang 62 km di lima wilayah kecamatan. Terdiri atas Kecamatan Selogiri (9,208 km), Purwantoro (7,441 km), Wonogiri Kota (28,904 km), Baturetno (8,322 km) dan Pracimantoro (8,296 km). Selain itu pemasangan dua unit lampu bangjo baru di pertigaan Soponyono Wonogiri dan di ibukota Kecamatan Pracimantoro. (P27-14) |