logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Sala  
Line

THR Berlebaran Tanpa Artis Ibu Kota

SRIWEDARI - Menyambut Lebaran, sejumlah tempat hiburan terbuka di Solo secara khusus menyuguhkan acara komersial. Taman Hiburan Remaja (THR) Sriwedari, salah satunya, selama seminggu menggelar hiburan musik dangdut dan aneka jenis mainan anak-anak, mulai Lebaran pertama 25 November. Namun, THR tak menghadirkan artis terkenal dari Ibu Kota.

"Berat. Enggak cucuk. Tarifnya di atas Rp 15 juta, tetapi hanya dapat penonton 1.000 atau 2.000 dengan harga tiket Rp 5.000. Mana mungkin? Sekarang sudah tidak mungkin menghadirkan artis Ibu Kota (Jakarta - Red), apalagi yang sudah terkenal," tutur Anik CH, Sekretaris THR Sriwedari, kepada Suara Merdeka, kemarin.

Kebijakan menyuguhkan hiburan tanpa bintang tamu yang diputuskan manajemen taman rekreasi itu, bukan tanpa alasan. Sebab, pengalaman selama tiga tahun terakhir, dipertajam dengan situasi lebih 6 bulan menjelang Lebaran, menunjukkan ada tren yang terus menurun terhadap animo hiburan dangdut. Sekalipun dihadirkan bintang tamu bernilai Rp 10 juta lebih.

Karena itulah, sekalipun momentumnya Lebaran, pihaknya tetap pesimistis bisa mendapat pemasukan seimbang atau impas dengan mengundang bintang tamu. Kini, pihaknya hanya akan mengundang artis-artis dan grup-grup dangdut lokal. Itu pun hanya disajikan beberapa hari dalam seminggu "Gebyar Lebaran", 25 November-1 Desember.

"Selain dangdut, kami mengoplos pertunjukan dalam sehari dari pagi hingga malam dengan warna musik lain. Ada campursari dan pop rock. Bintang tamu andalan, artis cilik Delvina dan Reza Permata. Penyanyi lokal sajalah yang murah," ujarnya.

Siang sampai Malam

Disebutkannya, Lebaran pertama disuguhkan bumi selawat oleh TPA Idola, Pajang pada pagi hari. Siangnya, sajian Orkes Keroncong Campursari (OKC) Mudita dan Ervana (malam). Lebaran kedua, organ tunggal dengan bintang tamu Delvina, diteruskan OKC Kirana (Solo) dan OM Ken Arok (Salatiga).

Lebaran ketiga, Kamis, paginya hadir solo organ Dimas, diteruskan OKC Kota Bengawan dan Nusantara Band. Hari berikutnya, seni hadrah Al Mabarot (Mangkuyudan), OKC Mawar Indah dan musik country Java Accoustic Band.

Artis lokal yang lain, Reza Permata, tampil pada Lebaran kelima, Sabtu. Paginya tampil Kingkong Bergoyang Band, siang OKC Sekar Puri dan malamnya OM Ganesha dengan bintang tamu itu.

"Dua hari berikutnya, Minggu dan Senin, masih ada pop rock, campursari, solo organ dan sajian album-album Koes Plus," tambahnya.

Pekan Syawalan

Sementara itu, Pekan Syawalan yang digelar di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) 25-30 November 2003 mengagendakan atraksi Pesta Ketupat dan Larung Gethek Joko Tingkir.

Perhelatan tahunan di TSTJ itu juga tanpa kehadiran artis Ibu Kota, kecuali Didi Kempot bersama OKC Orlando yang akan mengiringinya.

Menurut penuturan Kepala Pengelola TSTJ Ir Mirna Susilo, hal itu dilakukan semata-mata untuk lebih mengangkat putra daerah.

"Karena event ini dikelola daerah, apa salahnya kalau kita juga ikut mengangkat putra terbaik daerah," tandasnya dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu.

Selain larung gethek, juga akan digelar aneka hiburan seperti campursari, dangdut, kasidah modern, wayang kulit, ketoprak, tayub, tari tradisional, jatilan, rodat, jaran dor, barongsai, reog dan sebagainya yang bisa dinikmati setiap hari selama Pekan Syawalan.(G19,won-17k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA