
| Jumat, 21 November 2003 | Sala |
Besok, Arus Mudik Mulai Melonjak
TIRTONADI-Memasuki H-5 Lebaran, kemarin, belum terlihat lonjakan arus mudik yang turun di Terminal Bus Induk Tirtonadi. Bus-bus yang mengangkut pemudik baik dari Jakarta maupun kota besar lainnya masuk terminal pagi hari tidak bersamaan. "Mungkin nanti pada H-3 atau H-2 atau mulai Sabtu besok dan Minggu, lonjakan arus mudik terjadi. Bus-bus yang mengangkut pemudik saat itu akan serempak masuk terminal dan terjadi lonjakan arus pemudik," ujar petugas Unit Pelaksana Teknik DLLAJ Terminal Tirtonadi. Meski demikian, lonjakan arus penumpang di terminal mulai merambat naik setiap hari mendekati Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 25 dan 26 November mendatang. Pada masa arus mudik, di jalur barat seperti Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Bogor masih normal. Kepadatan arus penumpang tampak di jalur pemberangkatan bus jurusan timur, selatan, ataupun utara. Penumpang di tiga jalur itu, umumnya datang dari jurusan barat untuk meneruskan perjalanan ke daerah asalnya. "Jurusan barat, saat menjelang Lebaran cenderung sepi. Baru ramai setelah hari raya. Justru saat ini yang ramai pada jurusan timur seperti ke Jawa Timur, selatan ke Wonogiri sampai Pacitan atau ke utara menuju Purwodadi dan Blora," kata Kepala UPTD DLLAJ Terminal, Bambang tukowibowo ST.
Menurut sejumlah agen bus malam jurusan Jakarta, Bandung, Bogor, dan lintas Sumatera, menjelang hari raya ini arus penumpang masih sepi. Ratusan bus memilih menjemput pemudik ke Jakarta, Bandung, Bogor, dan lintas Sumatera. "Memang banyak bus reguler yang nyodok ke Jakarta untuk mencari penumpang. Saat seperti ini sering digunakan berspekulasi mencari keuntungan besar," ujar seorang awak bus jurusan Solo-Yogyakarta-Purwokerto. Tiket Balik Menurutnya, banyak perusahaan bus yang berspekulasi dengan memberangkatan armadanya menuju Jakarta untuk mencari penumpang. Bus-bus itu berangkat dari Solo dan sekitarnya dalam keadaan kosong. Kalau situasinya ramai, bus-bus akan segera meluncur ke Solo selanjutnya kembali ke Jakarta atau kota besar yang menjadi daerah perantauan. "Namun tidak jarang ada yang berhari-hari di Jakarta tidak mendapatkan penumpang alias blong. Namanya juga spekulasi, baik perusahaan maupun awak bus sudah diperhitungkan sebelumnya," kata awak bus lainnya. Bus reguler yang banyak berangkat ke Jakarta untuk berspekulasi mencari penumpang, menurut Bambang Tukowibowo, merugikan terminal. Pasalnya, bus-bus untuk nyodok itu harus meninggalkan trayek hariannya sehingga tidak masuk terminal dan mengurangi retribusi di terminal." Menurut sejumlah agen bus malam, pesanan tiket untuk arus balik mulai mengalir. Sejumlah agen bus sudah melayani pesanan tiket arus balik sampai 29 dan 30 November. Meski pesanan sudah ramai, masih banyak tiket yang disediakan agen. "Soal tarif, kami bergantung pada perusahaan. Dengan sistem tarif atas dan bawah terbatas, yang menentukan bukan kami tapi perusahaan. Kami tinggal menerima komisinya," ujar seorang agen.(sri-17s) |