
| Jumat, 21 November 2003 | Berita Utama |
79 Titik Kemacetan dan Rawan Bencana di JatimMALANG- Pemudik ke jurusan Jatim perlu waspada. Polda setelah menyurvei, menyimpulkan ada 79 titik rawan macet dan rawan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, tersebar di hampir semua daerah di Jatim baik pantura ke barat timur, jalur tengah, maupun jalur selatan. Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes AK Adjar Triadi saat dihubungi kemarin mengemukakan, Lebaran 2003 yang diramalkan akan diwarnai dengan hujan lebat merupakan warning bagi pemudik untuk lebih mempersiapkan diri sedini mungkin. Dia mengatakan, sisi timur, tengah, dan selatan memang sudah dikenal rawan bencana alam terutama pada musim penghujan. Sementara itu, kemacetan bisa saja terjadi di beberapa daerah dengan munculnya pasar tumpah. Kemacetan di jalur utara biasanya terjadi sejak Lamongan-Tuban hingga Surabaya karena banjir akibat luapan air sungai. Adapun daerah rawan longsor meliputi lintas pantura sisi timur, dari Situbondo hingga Ketapang. Daerah rawan kemacetan antara Bangil dan Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan Watu Dodol sebagai daerah rekreasi seperti halnya Pasir Putih di Situbondo. Titik rawan mecet di jalur tengah Jawa timur adalah di daerah Kertosono-Nganjuk, Mojoagung-Jombang, Trowulan-Mojokerto karena jalan sempit dan pasar tumpah. Khusus di wilayah Kota Malang, Kapolresta Malang AKBP Fatkhur Rachman mengemukakan, jajarannya sudah memasang rambu-rambu di daerah rawan longsor seperti di atas Taman Wisata Songgoriti, Pujon, Ngantang, jalur utama Batu-Kediri, Ampelgading Malang selatan-Lumajang lewat jembatan Gladak Perak. Mulai Meningkat Mengenai arus mudik, kemarin jumlahnya makin meningkat di Terminal Bungurasih, Surabaya, dengan 46.364 penumpang yang mudik melalui terminal tersebut. Mereka menuju ke berbagai kota di Jatim. Terbanyak tujuan Tulungagung, Ponorogo, Madiun, dan disusul Kediri. "Dibandingkan dengan Rabu (19/11), penumpang arus mudik kemarin ada lonjakan yang sangat berarti," kata Kepala Terminal Bungurasih Budi Utomo. Dia mengemukakan, jumlah bus umum yang masuk ke terminal sampai pukul 19.00 tercatat 1.855 unit, sedangkan yang berangkat 1.749 unit. "Kami perkirakan pada H-3 dan H-2 terjadi lonjakan penumpang yang sangat tinggi. Mungkin saat itu puncaknya." Terkait dengan angkutan Lebaran, DPD Organda Jatim menyiapkan 5.000 unit bus reguler dan 1.000 bus cadangan dari 104 perusahaan. "Bus reguler sudah beroperasi, sedangkan bus cadangan masih di pul masing-masing perusahaan," ujar Ketua Organda Jatim Mustofa. Kendati terjadi lonjakan penumpang arus mudik, kata Budi, belum perlu ada penambahan bus. Hanya, tandas dia, yang patut diwaspadai adalah makin banyaknya calo penumpang. Mereka tak jarang memegang dan menarik-narik calon penumpang. Harapannya, ingin mengetahui kota tujuan si calon penumpang. Namun, tindakan itu mereka jelas mengurangi kenyamanan penumpang. (jo,G14-13j) |