logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Berita Utama  
Line

600 Rumah di Grobogan Kebanjiran

  • Genangan di Putatsari Capai 1 M

GROBOGAN-Sedikitnya 600 rumah di beberapa desa di Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, terendam menyusul turunnya hujan deras di daerah itu, kemarin sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun air kiriman dari Pegunungan Kendeng Utara itu menyebabkan ratusan warga Desa Putatsari, Tanggungharjo, Teguhan, Ngabenrejo, Karangrejo, dan Kelurahan Grobogan, panik.

Sebab dalam sekejap, air menggenangi ratusan rumah penduduk. Genangan mencapai ketinggian 60-80 cm. "Tak ada yang menduga banjir datang begitu cepat," kata Djati Utoro (35), warga Grobogan.

Dia terpaksa mengungsikan keluarganya ke rumah kerabat, dan mengamankan perabot rumah tangganya ke atas meja dan beberapa tempat yang aman dari genangan.

Di Putatsari dan Teguhan, ketinggian genangan mencapai 1 meter. Namun air cepat surut karena terbuang lewat Sungai Lusi. "Kebetulan sungai itu sebulan ini relatif kering sehingga air banjir kiriman yang menggenangi rumah penduduk itu cepat terbuang."

Dituturkan, sekitar pukul 15.30 awan tebal menyelimuti beberapa desa di daerah Kecamatan Grobogan dan sekitarnya. Setengah jam kemudian turun hujan deras.

"Setengah jam kemudian air dari sejumlah sungai kecil di beberapa desa meluap ke rumah-rumah penduduk."

Di daerah Pegunungan Kendeng Utara hujan berlangsung hingga menjelang isya. Camat Grobogan Agung Sutanto SH yang mendapat laporan segera memerintah stafnya berkeliling ke desa-desa yang menjadi dilanda banjir.

Dia bersama unsur muspika lainnya memantau Desa Putatsari, yang dikabarkan genangannya paling tinggi. Camat mengaku terjebak banjir selama beberapa jam hingga tak dapat melanjutkan perjalanan ke Teguhan dan Ngabenrejo. Sekitar pukul 22.00 banjir kiriman di Putatsari, dan daerah lain, mulai surut.

Akibat banjir, lalu lintas di jalur Purwodadi-Kudus dan Purwodadi-Pati lumpuh beberapa saat karena genangan di jalan mencapai ketinggian hampir 100 cm. Bahkan di Ketapang, Ngabenrejo, mencapai 1,5 meter sehingga truk pun tak berani lewat.

Kantor kecamatan kemasukan air setinggi 30 cm. Beberapa warga Grobogan mengatakan, sejak memasuki musim penghujan, daerah itu baru beberapa kali diguyur hujan, itu pun tidak deras. Namun air hujan itu merendam tanaman padi gogo di beberapa desa.

Belum diketahui berapa kerugian akibat banjir kiriman itu. Tim penanggulangan bencana alam sampai sekitar pukul 22.00 masih memantau di lapangan.

Sumadi (50), warga Grobogan menduga, banjir terjadi karena hutan di Pegunungan Kendeng Utara dan sekitarnya gundul akibat kayunya dijarah. Air hujan langsung terbuang ke daerah bawah menjadi banjir kiriman. (A23-13)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA