
| Jumat, 21 November 2003 | Berita Utama |
Jangan Ragukan Kelas Belanda
AMSTERDAM- Jangan ragukan kehebatan Belanda. Itulah pesan penting yang mengalir ketika Tim Oranje dengan gemilang menggelontor gawang Skotlandia enam gol tanpa balas dalam pertandingan kedua babak play-off Piala Eropa 2004 di Stadion Arena Amsterdam, Kamis dini hari WIB. Bermain di hadapan 51.000 penonton yang sebagian besar pendukung tuan rumah, Ruud van Nistelrooy tampil menawan dengan mencetak hatrik pada menit ke-37, 51 dan 67, untuk mengantar negaranya lolos ke putaran final di Portugal. Dengan hasil ini, Belanda total unggul agregat 6-1 atas lawannya tersebut. Sukses ini sekaligus menghapus kekhawatiran setelah mereka menyerah 0-1 di Glasgow, Sabtu (15/11) lalu. Bagi Skotlandia, kekalahan telak itu merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah sepakbola mereka. Pemain tengah Wesley Sneijder mengawali pesta gol Belanda pada menit ke-14, sebelum kemudian melakukan tendangan bebas yang dimanfaatkan Andre Ooijer untuk mencetak gol kedua pada menit ke-32. Pada menit ke-37, Nistelrooy yang menjadi penyerang andalan Manchester United, memperbesar keunggulan menjadi 3-0. Dua gol susulan dicetak Nistelrooy pada menit ke-51 dan 67, sementara satu gol lagi disumbangkan pemain veteran Frank de Boer menit ke-65. Setelah dipermalukan tuan rumah Skotlandia 0-1 pada pertandingan leg pertama di Hampden Park, pelatih Belanda Dick Advocaat mengubah strategi dengan melakukan empat perubahan susunan pemain. Karena Jaap Stam yang diandalkan di barisan belakang absen akibat akumulasi kartu kuning, Advocaat menempatkan Michael Reiziger dalam posisi bertahan murni, sementara Giovanni van Bronckhorst, De Boer dan Patrick Kluivert duduk di bangku cadangan. Skotlandia yang hanya berharap setidaknya bisa memaksa tuan rumah bermain imbang, sempat mengancam di awal babak pertama. Namun serangan mereka selalu mentah oleh ketatnya pertahanan tim tuan rumah. Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, pertandingan berlangsung keras dari awal, memaksa wasit Lubos Michael mengeluarkan tiga kartu kuning hanya dalam tempo sepuluh menit pertama. Pertandingan menghadapi Skotlandia itu juga memberikan catatan dan kemenangan pribadi Nistelrooy. Pencetak gol terbanyak Manchester United tersebut sebelumnya sempat bersitegang dengan Advocaat karena tidak diturunkan pada pertandingan terakhir menghadapi Moldova. Advocaat memutuskan tidak menurunkan Nistelrooy yang marah-marah karena diganti saat dikalahkan Republik Ceko 1-3 pada pertandingan September lalu. Ketegangan antara Nistelrooy dengan pelatihnya tersebut akhirnya cair ketika mereka saling berpelukan usai pesta gol di Amsterdam Arena. Terlalu Tangguh Usai pertandingan, pelatih Skotlandia Berti Vogts mengakui tuan rumah Belanda terlalu tangguh bagi timnya. "Kami benar-benar mengalami hari yang buruk. Mereka sangat kuat. Saya harus mengucapkan selamat kepada Belanda," kata Vogts, sportif. "Pertandingan ini telah membuktikan, tidak mungkin kami mengulangi sukses di Glasgow Sabtu lalu. Hari ini kami kehilangan Christian Dailly di barisan pertahanan," tambah pelatih asal Jerman itu. Dailly tidak bisa bertanding karena akumulasi kartu kuning ketika Skotlandia menang 1-0 pada pertandingan sebelumnya. Skotlandia berharap setidaknya bisa bermain imbang melawan tuan rumah agar lolos ke putaran final Piala Eropa 2004 di Portugal yang diikuti oleh 16 negara itu. "Saya tahu, dalam sepakbola, tim kadang bermain bagus dan kadang tampil buruk. Meski demikian, kami punya pemain berbakat dan masih tetap optimis bisa bangkit di penyisihan Piala Dunia 2006 mendatang," katanya menghibur diri. Sementara Advocaat, yang terlihat sangat bahagia, mengatakan timnya telah bermain sesuai kelasnya. Dia tak terkejut dengan kemenangan, namun merasa surprise dengan jumlah gol yang begitu banyak. ''Sejak awal saya sudah yakin akan menang, tapi dengan enam gol, ini sungguh luar biasa,'' katanya. (rtr,F3-77) | |||||