logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

Dikhawatirkan Hasilnya Akan Lebih Parah

SEMARANG- Rektor IKIP PGRI Semarang Drs Sulistiyo MPd mengkhawatirkan hasil Pemilu 2004 lebih parah daripada hasil Pemilu 1999. Bahkan dia menyinyalir, akan banyak calon legislatif yang motivasinya belum seperti harapan masyarakat luas.

Sinyalemen itu didasarkan atas berkembangnya isu membayar untuk menjadi calon legislati (caleg). "Lebih dari empat partai yang mempersyaratkan caleg harus membayar. Kondisi ini sudah menutup peluang bagi kader bangsa yang mempunyai potensi baik tetapi tidak punya uang," ujarnya dalam Diskusi "Eksistensi Gerakan Mahasiswa Semarang Menyikapi Perkembangan Sosial Politik Menghadapi Pemilu 2004" di Auditorium Kampus IKIP PGRI Jalan Lontar 1 Semarang, Rabu petang lalu.

Dalam diskusi sekaligus buka puasa bersama itu, hadir dosen FISIP Undip Drs Novel Ali, PR I Drs Muhdi SH MHum, PR II Drs Maryanto, dan PR III Dra Tri Suyati MPd serta segenap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah PTN dan PTS di Semarang.

Sulistiyo mengemukakan, dengan menggunakan uang untuk menjadi caleg, dikhawatirkan akan menyuburkan motivasi meraih atau mendapatkan uang sebanyak-banyaknya ketika menjadi anggota legislatif. Karena itu, dia mengharapkan para mahasiswa dan masyarakat lain bisa berupaya mengantisipasi agar Pemilu 2004 mampu memberi manfaat bagi bangsa Indonesia. Akan lebih baik dan ideal, pemilu dimanfaatkan untuk memperbaiki kehidupan sosial politik ataupun pemerintahan. "Jika mencermati hasil Pemilu 1999, banyak yang pesimistis terhadap Pemilu 2004," ujar Rektor.

Untuk itulah, pihaknya akan memfasilitasi rencana pertemuan BEM dan Senat PTS dan PTN di Jateng untuk membahas Pemilu 2004. "Kami merencanakan acara itu bisa terselenggara beberapa hari seusai Lebaran ini," jelasnya.

Kinerja Legislatif

Dosen FISIP Undip yang juga pengamat politik, Drs Novel Ali, menyatakan reformasi di bidang politik belum memperoleh hasil memuaskan. Hal ini terlihat dari kinerja legislatif yang masih mengecewakan masyarakat.

"Dalam kaitan dengan Pemilu 2004, kita tidak mungkin hanya memercayakan kepada partai politik. Karena itu, peran mahasiswa, pers, LSM, dan masyarakat yang lain perlu terus ditingkatkan," ujarnya.

Dalam hal ini, ujar dia, fungsi mahasiswa sebagai pendobrak untuk menggerakkan masyarakat ikut menyukseskan Pemilu 2004.

"Yang jelas, sekarang pendobraknya bukan parpol, melainkan justru LSM, pers, dan mahasiswa serta masyarakat. Pemilu 2004 itu sebuah peristiwa demokrasi. Karena itu, pelaksanaannya harus betul-betul mencerminkan asas demokrasi," katanya.(E1-64j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA