
| Jumat, 21 November 2003 | Berita Utama |
Pemilu 2004Bantuan Pemilu Tak Langsung ke KPUJAKARTA- Meski dalam menghadapi Pemilu 2004 KPU banyak menerima bantuan dana dari pihak asing, tidak sepeser pun yang diberikan langsung. Hal itu disampaikan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin di Media KPU, kemarin. Pengaturan dana dilakukan badan PBB untuk pembangunan, UNDP, atau negara pendonor. "Jadi untuk masa mendatang, jangan ditanya ke mana dana dari pihak asing tersebut," ujarnya. Sebelumnya diberitakan, UNDP telah berkomitmen memberikan bantuan dan dukungan internasional untuk pelaksanaan Pemilu 2004. Total dana yang direncanakan 30-an juta dolar AS, meski hingga saat ini baru terkumpul 23 juta dolar AS. Bantuan itu berasal dari Belanda, Australia, Kanada, Korea, Swedia, Inggris, dan Uni Eropa. Dia mengemukakan, hingga saat ini lembaga yang dipimpinnya baru menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Jepang 11 juta dolar AS. " Itu yang dipakai untuk pembiayaan kotak suara. Itu pun ada proses sebelum mendapatkan uang itu," ujarnya. Hibah Belanda Sementara itu, Kerajaan Belanda menyumbang hibah 2,074,420 juta dolar (lebih kurang Rp 17 miliar) untuk pelaksanaan Pemilu 2004 di Indonesia. Jumlah itu termasuk dana yang disalurkan melalui dana perwalian yang dikelola UNDP termasuk dalam program pendukungan pemilu Pemerintah Indonesia/KPU/UNDP. Bantuan yang disalurkan program ini ditujukan untuk membantu lembaga pemerintah dan organisasi lembaga masyarakat kecil yang akan bekerja menyukseskan Pemilu 2004. "Penerima manfaat langsung dari hibah ini, yakni KPU dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia yang terlibat dalam pemilu," tutur Duta Besar Kerajaan Belanda Ruud Treffers seusai menandatangani perjanjian bantuan di hadapan Menteri Koordinator Urusan Ekonomi Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dan Kepala Perwakilan UNDP Ad interim Gwi-yeop son. Upacara penandatanganan dilaksanakan di Kantor Menko Perekonomian Jakarta. Dorodjatun mengatakan, bantuan dari Pemerintah Belanda ini merupakan sebagian dari total 30 juta dolar yang sedianya akan dikontribusikan dari negara-negara asing untuk Pemilu 2004. "Sampai sekarang, komitmen kontribusi senilai lebih dari 23 juta dolar AS telah disampaikan kepada dana perwalian," ujarnya.(bn-64j) |