
| Jumat, 21 November 2003 | Berita Utama |
Kapal Farina Kembali ke SampitSEMARANG- Setelah mendapat perbaikan seperlunya, Kapal Farina Nusantara kembali berlayar ke Sampit, Kalimantan Tengah. Sebelumnya, kapal milik perusahaan pelayaran PT Prima Vista itu mengalami kerusakan pada lambung atas akibat bertabrakan dengan Kapal Barang KM Karunia Lestari, Rabu lalu. ''Setelah diperbaiki dan dinyatakan laik jalan oleh Syah Bandar Pelabuhan Tanjung Emas, Kapal Farina Nusantara kembali mengangkut penumpang tujuan Sampit,'' jelas Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi (Dishubtel) Jateng Ir Abdul Rochim di ruang kerjanya, kemarin. Dia menjelaskan, peristiwa kecelakaan sebenarnya terjadi di perairan Sampit. Namun karena kapal berpenumpang 954 orang itu bertujuan Pelabuhan Tanjung Emas, pembuatan berita acara pemeriksaan pendahuluan dilakukan di Semarang. Adapun berita acara Kapal Barang KM Karunia Lestari dibuat di pelabuhan tempat kapal bersandar. Setelah itu, hasil pemeriksaan itu diteruskan ke Makamah Pelayaran di Jakarta. Pemeriksaan tidak hanya sebatas pada nakhoda dan awal kapal saja, tetapi juga melibatkan sejumlah saksi termasuk para penumpang. Dengan demikian, berita acara itu benar-benar apa adanya. ''Jadi, siapa yang bersalah akan ditentukan oleh hasil pengadilan Makamah Pelayaran,'' tandasnya. Pemeriksaan Mengenai sanksi terhadap nakhoda yang terbukti bersalah, ujar dia, relatif beragam. Bahkan ada nakhoda yang ijazah dan piagamnya dicabut, sehingga tidak bisa menjadi nakhoda lagi. Selain itu, Makamah Pelayaran juga bisa membekukan izin kapal, hingga dinyatakan laik jalan oleh syah bandar pelabuhan. ''Pencabutan kemudian diumumkan ke semua pelabuhan, sehingga nakhoda itu sudah dicoret dari daftar,'' ujarnya. Saat ditanya soal penyebab kecelakaan kapal laut itu, Rochim mengaku belum tahu pasti. Sebab, sampai sekarang kasus itu masih ditangani Syah Bandar Pelabuhan. Dia menjelaskan, dalam musibah laut seperti tabrakan kapal, ada beberapa penyebabnya. Seperti kedua kapal masuk alur pelayaran yang sama, sehingga menyebabkan tabrakan. Kemungkinan lain, salah satu dari kapal nahas itu mesinnya mati, sehingga kapal tersedot. Selain itu, akibat lampu nakhoda tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak kelihatan oleh kapal lain. ''Saya kira penyebab musibah itu tidak jauh dari kriteria di atas,'' ujarnya. Sebelumnya diberitakan, kecelakaan laut menimpa kapal penumpang KM Farina Nusantara, Senin (17/11) dini hari di Tanjung Katung, sekitar alur pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah. Sebanyak 954 penumpang yang menumpang kapal itu itu selamat dari musibah. Kapal nahas itu bertabrakan dengan kapal barang KM Karunia Lestari. Akibat peristiwa itu, lambung depan kiri kapal robek dari fire load sampai belakang ramp door. Posisi lubang lebih kurang dua meter dari permukaan air laut. (D14-64j) |