logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Berita Utama  
Line

Jembatan Timbang Mulai Ditutup

SEMARANG- Mulai hari ini atau H-4, 16 jembatan timbang di Jateng tidak dioperasikan. Para petugas yang biasa bekerja di jembatan timbang itu akan dimanfaatkan untuk membantu kelancaran para pemudik yang melintas di wilayah Jateng.

''Jembatan timbang akan kembali dioperasikan pada H+1 atau 27 November mendatang,'' jelas Kepala DLLAJ Jateng H Soeharto SH MSi, kemarin.

Dia yang didampingi Plt Kasubdin Angkutan Dadang Somantri menjelaskan, selama masa angkutan Lebaran semua pegawai DLLAJ Jateng dilarang mengambil hak cuti. Sebab, tenaga mereka dibutuhkan untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran.

''Para petugas DLLAJ kami tempatkan di posko Lebaran dan membantu polisi,'' ujarnya.

Menyinggung soal kebijakan tarif batas atas dan bawah baik untuk angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), Soeharto menyatakan semestinya ketentuan dan sosialisasi itu dilakukan oleh pengusaha.

Pemerintah hanya memberikan ketentuan, untuk AKAP tarif batas atas Rp 76/km/penumpang dan batas bawah Rp 50/km/penumpang. Adapun AKDP, tarif batas atas Rp 74,4/km/penumpang dan bawah Rp 49,00/km/penumpang.

''Pengusaha bus tinggal menentukan, apakah akan memakai batas atas atau bawah. Tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi kendaraan. Hanya, tarifnya tidak boleh melanggar ketentuan tersebut,'' katanya.

Terhadap awak bus yang melanggar, baik ketentuan tarif maupun menelantarkan penumpang di tengah jalan, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas. Sanksi itu diberikan tergantung pada tingkat pelanggaran.

Jika termasuk kategori berat izin trayeknya bisa dicabut, dan untuk kategori ringan berupa pembekuan izin trayek dari seminggu hingga tiga bulan.

''Pada angkutan Lebaran tahun lalu, sedikitnya 92 bus mendapat sanksi karena melanggar tarif dan menelantarkan penumpang,'' paparnya.

Pasar Tumpah

Mengenai banyak pasar tumpah sepanjang ruas jalan pantura, dia mengemukakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sehingga dapat meminimalkan kemacetan pada ruas jalan tersebut.

Dia menjelaskan, pada ruas pantura terdapat daerah rawan macet dan pasar tumpah. Karena itu, para pemudik diminta berhati-hati.

Di wilayah Pekalongan misalnya, terdapat sejumlah daerah rawan macet akibat pasar tumpah seperti di depan pasar Bumiayu Brebes, pasar induk Brebes, pasar Bulakamba, pasar Bawang, pasar Wiradesa Pekalongan, dan pasar induk Batang.(D14-78j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA