
| Jumat, 21 November 2003 | Berita Utama |
Dicari, Pemimpin Bersifat KerasulanSEMARANG -Pemilu adalah kesempatan yang diberikan kepada Allah SWT bagi umat Islam untuk memilih pemimpin bangsa. Karena itu, hendaknya umat Islam tidak menyianyiakan kesempatan itu untuk kebaikan umat. Hal itu diungkapkan Drs HM Jaisar Amit dalam ceramah tarawih keliling BAI putaran ke-25 yang digelar di Badan Diklat Provinsi Jateng Jl Setiabudi 201a semalam. Dalam ceramahnya, dia mengakat tema pentingnya pemilu bagi umat Islam. Sebagai imam shalat DR H Muchoyyar HS MA. Lebih lanjut Jaisar mengatakan, sebagai umat Islam hendaknya tidak salah pilih. Ada beberapa hal yang menjadikan pertimbangan dalam memilih seorang pemimpin bangsa. Syarat pokok adalah, seorang muslim yang baik hendaknya memilih seorang pemimpin muslim. Tidak hanya itu, seorang muslim itu harus memilik sifat kerasulan. ''Sifat itu tercermin pada sifat shidiq, amanah, tablig, dan fathonah. Dengan demikian, diharapkan seorang muslim tidak salah pilih dalam memilih seorang pemimpin, baik legislatif, yudikatif maupun eksekutif,'' katanya. Seorang pemimpin yang memiliki sifat kerasulan akan dapat memberantas praktik KKN, yang selama ini masih menggejala di Indonesia. Dia juga mampu memaksimalkan dan mengelola potensi bangsa yang ada ini. ''Tanpa ada sifat kerasulan, sulit seorang pemimpin melakukan pembangunan yang baik. Apa pun alasanya, pemipim yang baik tidak mau melakukan praktik KKN. Meskipun berdalih sebagai uang syukuran, dia tidak bersedia menerima uang itu karena hukumnya haram,'' tandasnya. Meski begitu, seorang muslim diperbolehkan memilih partai apa saja. Hanya saja, seorang muslim hendaknya memiliki kriteria tersendiri sesuai dengan apa yang digariskan Allah SWT dalam Alquran. (G5-78) |