logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Berita Utama  
Line

Tak Lagi Ikut ke Luar Negeri

SEMARANG- Setelah mendapat kecaman dan kritikan tajam dari masyarakat, program kunjungan kerja ke luar negeri yang diikuti DPRD Jateng mendapat respons dari pimpinan Dewan. Dalam sebuah pertemuan informal, pimpinan Dewan menyepakati agar kunjungan ke luar negeri pada 2004 dilakukan oleh eksekutif saja.

''Pimpinan Dewan sepakat bahwa kunjungan ke luar negeri hanya untuk eksekutif,'' kata Wakil Ketua DPRD Jateng HA Thoyfoer MC, kemarin di Gedung Berlian.

Pertemuan yang berlangsung Rabu (19/11) di ruang ketua Dewan, kata Thoyfoer, diikuti oleh Ketua Mardijo serta dua wakil ketua lainnya HM Hasbi dan Ircham Abdurrohim.

Menurutnya, di satu sisi pimpinan Dewan memahami keperluan eksekutif untuk studi banding ke luar negeri. Di sisi lain juga mengerti reaksi publik atas kunjungan tersebut yang diikuti oleh sejumlah anggota Dewan.

Karena itu pada anggaran 2004 pimpinan Dewan meminta komisi-komisi, agar di dalam perubahan anggaran itu dirasionalkan.

Rasionalisasi

Kunjungan ke luar negeri yang dianggarkan yaitu Rp 3,3 miliar itu dilihat kembali. Bila program itu melibatkan anggota Dewan, rasionalisasinya biaya kunjungan tersebut dikurangi dengan anggota Dewan yang tidak memprogramkan kunjungan kerja ke luar negeri.

''Anggaran yang termasuk biaya untuk anggota Dewan bisa dikurangi,'' katanya. Komisi-komisi yang masih ingin melakukan kunjungan ke luar negeri, lanjutnya, harus melakukan pembicaraan intensif dengan Panitia Anggaran Dewan.

Permintaan pimpinan Dewan itu agaknya sebagai upaya mengangkat citra DPRD Jateng yang merosot menyusul masalah anggaran serta fasilitas, mulai dari uang saku kunjungan kerja, dhem-dheman kendaraan dinas, dana THR, hingga potongan 10% untuk meloloskan setiap proyek.

Secara berseloroh kepada wartawan yang menemuinya, Thoyfoer mengungkapkan, ''Wis to, ora ana sing percaya maneh. Arep ndhandhani, iki mengko malah dadi geger (sudahlah, tidak ada lagi yang percaya. Ingin memperbaiki, tapi nanti malah menjadi masalah).''

Seperti diberitakan, dalam rapat gabungan Komisi A,B,C,D, dan E dibahas anggaran Bappeda Jateng tentang program Trade Tourism Invesment (TTI) ke luar negeri di ruang Komisi D, Senin (17/11), alokasi anggaran untuk program kunjungan kerja ke luar negeri pada APBD 2004 sebesar Rp 3,319 miliar, ditunda.

Pengajuan anggaran itu belum disetujui Dewan, lantaran masih terjadi silang pendapat antarkomisi DPRD Jateng.(G1,H1-78i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA