logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Arus di Jenderal Sudirman Tersendat

Penataan Parkir Semrawut

SALATIGA- Lima hari sebelum Lebaran, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, Kamis (20/11), sudah terlihat padat bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Kepadatan itu menyebabkan arus lalu lintasnya sering tersendat-sendat.

Namun, kata Kepala Kantor Infokom Drs Petrus Resi, ketersendatan arus lalu lintas sebenarnya masih dapat dikurangi jika pengelola parkir mampu mengarahkan juru parkirnya agar bekerja secara profesional. Pada kenyataannya, pengelola parkir kurang mampu menugasi para juru parkirnya untuk menata kendaraan yang diparkir secara baik dan tertata rapi.

''Masak ruas badan jalan yang tak terlalu lebar kok untuk parkir motor lebih dari dua lapis. Akibatnya, pengguna jalan yang lain hanya memperoleh sisa jalan yang sedikit. Karena itu, sering terjadi kemacetan,'' ungkap Petrus di sela-sela mendampingi Wali Kota KRHH Totok Mintarto Notonagoro menginspeksi kondisi arus lalu lintas di jalan protokol tersebut.

Saat itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Perparkiran Drs Daryadi, Kabag Umum Bustanul Arifin SH, Kepala Satpol PP Ir Tri Priyo Nugroho, dan sejumlah pejabat.

Peningkatan jumlah kendaraan yang melalui Jalan Jenderal Sudirman, akibat warga luar banyak yang datang ke Kota Salatiga untuk merayakan Lebaran. Termasuk adanya arus mudik (bermobil) yang lebih senang lewat jalan tersebut daripada melalui Jalan Osa Maliki untuk menuju ke Solo.

Sakarepe Dhewe

''Sebenarnya peningkatan arus lalu lintas itu tak harus menyebabkan kemacetan, bila petugas parkir berani bertindak tegas. Sebab, mereka cenderung memarkir kendaraan sakarepe dhewe, sehingga pengguna jalan lain terabaikan,'' lanjut Petrus.

Faktor lain yang menyebabkan arus di Jalan Jenderal Sudirman sering tersendat-sendat adalah keberadaan para PKL yang makin meningkat seiring dengan makin dekat Lebaran. Mereka pun membuka dasaran dengan seenaknya sendiri.

Pada badan jalan tertentu, keberadaan PKL terlihat antara dua hingga tiga lapisan. Padahal, Dinas Pengelola Pasar dan PKL tak memberikan kesempatan mereka untuk mrema.

''Jika tak ditertibkan, dikhawatirkan selesai Lebaran mereka akan terus berjualan di situ. Akibatnya, kondisi Jalan Jenderal Sudirman tak bisa terbebas dari PKL. Masak sejak saya menjadi pegawai di sini sejak 1986 hingga sekarang, kondisi jalan itu kok seperti itu terus. Lalu, kapan akan terlihat bersih?'' ungkap Petrus. (A2-84j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA