logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Hujan Satu jam, Semarang Tergenang

  • Pompa Saluran Tak Difungsikan

SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Kamis (20/11) selama satu jam membuat sebagian besar kawasan tergenang. Seperti di kawasan Kota Lama, Bundaran Bubakan, Simpanglima, Jalan Pahlawan, dan Pandanaran.

Di Bundaran Bubakan, genangan terlihat di Jalan Agus Salim mulai dari perempatan Pekojan. Genangan setinggi betis orang dewasa itu membuat arus lalu lintas di jalur tersebut sempat tersendat.

Pemandangan serupa juga terlihat di ujung Jalan MT Haryono. Genangan setinggi paha orang dewasa di tempat itu membuat beberapa sepeda motor mogok. Sebelum melakukan perbaikan, pengendaranya terpaksa membawa kendaraannya ke tempat yang lebih tinggi. ''Saya tidak tahu jika bakal terjebak banjir,'' kata Eko, warga Srondol.

Genangan juga terjadi di kawasan Kota Lama. Jalan-jalan di kawasan itu, seperti Letjen Suprapto, Branjangan, dan Cendrawasih tergenang.

Beberapa pengendara sepeda motor terlihat nekat menerjang banjir, walaupun kemudian beberapa di anataranya mogok karena mesinnya kemasukan air. Beberapa pengendara lain memilih menanti hingga air agak surut.

Sementara itu, berdasarkan pantuan Suara Merdeka, tiga buah pompa di Kali Baru kemarin difungsikan. Rumah pompa itu untuk menyedot air dari kolam retensi Tawang yang merupakan bagian sub sistem pengendali banjir di kawasan Kota Lama dan Bubakan.

Walaupun terus menerus dipompa, genangan air di kolam retensi Tawang tetap terlihat hampir penuh. Selain itu, tiga air di kolam retensi itu semuanya dalam keadaan tertutup. Pompa saluran penguras di sisi selatan kolam itu juga tidak difungsikan.

''Selama pompa Kali Baru berfungsi, genangan di Kota Lama dan Bubakan akan surut dalam dua sampai tiga jam,'' kata Kasubdin Pengairan DPU Kota Semarang Ir Prasetyo Kentjono Dipl HE.

Terkait dengan belum berfungsinya pompa penguras di kolam retensi, dia mengatakan kolam itu baru saja diperbaiki dan belum diserahkan kembali ke Pemkot. Namun dia berharap bisa mengandalkan rumah pompa di Kali Baru.

Kotak Minuman

Hujan yang mengguyur Kota Semarang dari pukul 11.00 hingga 12.15, juga membuat kawasan Simpanglima dan sekitarnya tergenang. Seperti di Jalan Ahmad Dahlan antara Mal Ciputra dan Plasa Simpanglima, genangan setinggi mata kaki membuat beberapa pejalan kaki harus mengangkat ujung celana atau roknya.

Hal itu tampaknya memunculkan gagasan beberapa pemuda, untuk membuat ''jembatan'' dari kotak botol minuman. Hasilnya, mereka memperoleh imbalan dari warga yang memanfaatkan ''jembatan darurat'' itu.

Genangan di tempat itu juga dimanfaatkan sejumlah anak muda. Setiap kali ada mobil mogok, mereka menghampiri pengemudinya dan menawarkan jasa mendorong. Setelah mobil itu bisa dihidupkan lagi, pengemudinya memberikan sejumlah uang pada mereka.

''Lumayan mas, buat tambahan uang jajan,'' kata seorang di antara mereka. (G6,H2-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA