logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Ekonomi  
Line

Stok BBM untuk Lebaran Aman

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, stok bahan bakar minyak (BBM) pada Lebaran aman dan bisa bertahan hingga 25 hari ke depan tanpa suplai.

"Stok bertahan pada 25 hari dan saya kira itu cukup karena dari tahun ke tahun kita sudah berpengalaman," katanya menjawab wartawan, seusai bertemu Wapres Hamzah Haz di Sekretariat Wapres, Jakarta, Kamis (20/11).

Purnomo menyatakan, dirinya telah mengunjungi kantong-kantong BBM di sepanjang jalur pantura. Dia menyatakan, untuk persiapan Lebaran tidak ada masalah. Ia juga menyebutkan, sepanjang pantai Sumatera hingga jalur pantura berjejer kantong-kantong BBM untuk menyuplai ke masing-masing stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kantong BBM merupakan tempat disiapkannya empat hingga lima tangki BBM yang akan memenuhi kebutuhan untuk SPBU terdekat, sehingga SPBU tidak perlu menunggu kiriman dari depo BBM.

"Kantong-kantong BBM tersebut siaga 24 jam di pos Mesran," katanya.

Ia menegaskan, bila nanti terjadi sesuatu, misalnya, stok berhenti, suplai akan tetap aman. Ia juga menyatakan, kebutuhan BBM untuk satu tahun sebesar 60 juta kiloliter, terbesar pemakaiannya berada di Jawa.

Minyak Tanah Diselewengkan

Sementara itu, Pertamina memperkirakan, setidaknya 1,2 juta kiloliter minyak tanah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab pada tahun ini. Angka tersebut setara dengan 10% dari alokasi minyak tanah 2003 yakni 12 juta kiloliter.

Salah satu bentuk penyelewengan tersebut dapat dilihatnya dari merebaknya BBM irit dan ekonomis (irek) yang dicampur minyak tanah di wilayah pantura.

Demikian hasil inspeksi mendadak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Cikampek, Jawa Barat, Kamis (20/11).

Hadir dalam inspeksi tersebut Dirjen Migas DESDM Iin Arifin Takhyan dan Direktur Hulu Pertamina Harri Purnomo. Menurut Purnomo, BBM irek ini banyak digemari oleh pengendara truk karena murah, sehingga sering ditemukan di Indonesia.

''Jadi, minyak tanah itu dioplos dengan BBM sesuai dengan permintaan sopir. Ini kan sangat merugikan. Soalnya, itu minyak tanah jatah rumah tangga yang disalahgunakan untuk sektor transportasi,'' ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Purnomo, pemerintah akan menindak tegas setiap perbuatan penyelewengan minyak tanah.

''Kita akan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mencegah pengoplosan ini berlarut-larut,'' ujarnya.

Ditambahkan oleh Manager Pemasaran BBM Pertamina Rachmat Dradjat, pihak Pertamina juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencegah BBM irek ini meluas. "Kita akan terus berupaya agar BBM irek ditindak," tegasnya.(ant, dtc-82i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA