
| Jumat, 21 November 2003 | Ekonomi |
Layanan Serba-Gratis bagi Pemudik dari Operator Telepon SelulerSEPERTI biasa, setiap kali menghadapi Idul Fitri, berbagai operator telepon seluler senantiasa memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Hal itu patut dimaklumi, mengingat mereka terikat komitmen untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Menghadapi musim mudik lebaran tahun ini, Satelindo misalnya, menyediakan Paket Mudik Bersama Mentari, yaitu di seluruh tanah air, Satelindo mendirikan Posko Mudik Mentari yang menyediakan berbagai layanan gratis kepada para pelanggan, dari isi pulsa hingga pijat refleksi. Hebatnya, semua itu diberikan dengan gratis. Taktik serupa juga dilakukan Telkomsel yang membebaskan "roaming" selama musim mudik, baik sebelum maupun sesudah Lebaran. Itu hanya contoh yang menonjol. Sebab baik Telkomsel, Satelindo, maupun PT Excelcom, selama musim mudik hari raya tahun ini, sama-sama saling berlomba memberikan layanan esktra. Contohnya lagi, karena selama Lebaran ini pengiriman pesan singkat atau SMS dan pesan singkat bergambar atau MMS diperkirakan bakal meningkat 100%, hampir semua operator baik Telkomsel, Satelindo, ProXL, IM3 maupun TelkomFlexi terus berlomba menyuguhkan penawaran khusus mulai dari mengirim SMS, MMS, "tarif lokal", "tarif khusus", bahkan bebas biaya roaming seluruh nusantara. Beberapa operator malah melengkapinya dengan permainan interaktif, yang menyediakan gambar-gambar ucapan selamat Lebaran hingga penyediaan berbagai informasi, seperti bengkel terdekat dan berita-berita yang bisa diakses melalui SMS. Blankspot Namun, jorjoran dari para operator seluler itu tidak bisa dilepaskan dari beberapa kelemahan, seperti masih banyaknya "blankspot'' di beberapa daerah tertentu. Juga daya tahan baterai handphone yang terbatas. Di samping itu, pulsa juga menjadi masalah terutama bagi pengguna kartu prabayar. Meski demikian hal ini sudah bisa diatasi beberapa operator melalui pengisian pulsa melalui fasilitas layanan phonebanking. Untuk mengisi kelemahan tersebut, diperlukan jaringan fixedphone dengan titik-titik sambungan telepon di jalur mudik. Untuk itu, PT Telkom melalui "Siaga Telkom", "berunjuk gigi" dengan mendirikan 106 pos "Siaga Telkom" di sepanjang jalur pantura, jalur selatan Jawa, dan jalan-jalan alternatif sepanjang Pulau Jawa dan Madura. Menurut Direktur Bisnis Jasa PT Telkom Garuda Sugardo, pos "Siaga Telkom" akan melayani para pemudik dan warga sekitarnya pada 15 November 2003 hingga 5 Desember 2003. Berbeda dari operator telekomunikasi lainnya, program "Siaga Telkom" ini tampaknya lebih banyak mengusung misi sosial ketimbang komersial. Lihat saja, Telkom menyediakan gratis telepon lokal yang bisa digunakan selama periode tersebut. Selama apa pun Anda menelepon tidak akan dikenai biaya, tetapi tentu saja harus memperhatikan antrean di belakangnya. Bagi pemudik dan masyarakat sekitar, hal itu sangat berguna. Misalnya, pemudik yang sudah tiba di kota tujuan, tetapi sulit menemukan alamat yang dituju, bisa menghubungi sanak saudaranya. Selain telepon lokal, "Siaga Telkom" juga menyediakan sambungan interlokal melalui warung telkom, tetapi tentu dikenai bayaran dengan tarif seperti biasa. Di dalam pos yang berukuran sekitar 4X4 meter persegi ini juga disediakan musala bagi para pemudik yang akan melaksanakan salat dan kesulitan mencari masjid terdekat. PT Telkom juga bekerja sama dengan 40 radio swasta untuk memantau arus mudik dan arus balik. Dari 106 pos tersebut, sebagian berada di lintasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Pos-pos "Siaga Telkom" itu akan berada di Delanggu, Demak, Gombong, Juana, Kendal, Kutoarjo, Kalasan, Lasem, Majenang, Pekalongan, Palur, Subah, Tegal, dan Tanjung. (Budi Nugraha-82i) |