logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Ekonomi  
Line

Konsumen Foto Digital Terus Bertambah

PURWOKERTO - Konsumen fotografi, yang semula menggunakan negatif film (film biasa), kini mulai bergeser ke foto digital. ''Ketika konsumen beralih ke digital, kami sudah siap melayani,'' kata Lendy Susanto, marketing director PT Modern Photo Tbk, ketika meresmikan minilab digital Frontier 350 di Sampurna Photo, Jl Jend Sudirman 218 Purwokerto, kemarin.

Dia menjelaskan, kamera digital sekarang sudah menjangkau semua kalangan di Jawa Tengah. ''Mahasiswa juga banyak yang memakai kamera digital. Sebab, harganya terjangkau,'' jelasnya.

Meskipun kamera digital sudah digunakan kalangan menengah, Fuji Film tetap mendominasi pasar film di tanah air. Produk dari Jepang itu saat ini masih menguasai 80% pasar film. ''Era digital belum memengaruhi pasar negatif film,'' jelasnya.

Teknologi Fotografi

Dia mengakui teknologi fotografi digital merupakan suatu perubahan sangat fundamental, setelah sekian lama teknologi fotografi menggunakan sistem analog. Ke depan, semua fotografi akan dikuasai sistem digital.

Menghadapi era foto digital, Modern Photo sudah menyiapkan perangkat keras dan lunaknya. Ketika pengguna kamera digital akan mencetak foto, mereka tidak akan kesulitan. ''Kalau dulu untuk mencetak foto digital harus ke Jakarta, sekarang cukup di Sampurna,'' jelasnya.

Dia menjelaskan, kelompok Sampurna Photo mendapat fasilitas minilab digital, karena perusahaan ini termasuk paling maju di Jawa Tengah. Jaringan Sampurna, yang berbasis di Solo, kini terus melebarkan sayapnya.

Kelompok Sampurna, pada awal Ramadan membuka cabang di Majenang, Cilacap. Pasar fotografi di daerah perbatasan Jateng-Jabar tersebut dinilai cukup besar, sehingga kelompok usaha ini berani membuka outlet baru. ''Studio milik Sampurna di Purwokerto merupakan toko foto terbesar di Indonesia,'' jelas Landy.

Pimpinan Sampurna Purwokerto, Drs Hananto Prasetyo SH mengatakan, tujuan dia membuka cabang Majenang, karena konsumen di daerah itu selama ini belum digarap dengan baik. Mereka sulit mendapatkan layanan yang cepat dalam cuci cetak foto. ''Kami datang untuk melayani konsumen di Majenang,'' ujarnya.

Dia menjelaskan, minilab digital dapat melayani konsumen yang masih memakai kamera konvensional. ''Kalau dulu mencetak foto butuh waktu 30 menit, kini cukup 5 menit,'' jelasnya. (in-82i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA