logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Ekonomi  
Line

Permintaan Daging Naik 30 Persen

WONOGIRI- Berkait hari raya Idul Fitri 1424 H nanti, permintaan daging diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 25% - 30%. ''Hal ini erat kaitannya dengan momentum Lebaran yang oleh masyarakat dipahami sebagai hari istimewa, dan lazim disambut dengan pesta-pesta,'' kata Kepala Dinas Kehewanan Perikanan dan Kelautan (Wanperla) Wonogiri, Ir Purwadi Hadi Susanto SH MM.

Di hari-hari biasa, kebutuhan daging masyarakat Wonogiri per harinya mencapai sekitar 6.000 Kg daging sapi, 5.000 Kg daging kambing dan 10 ribu Kg daging ayam. ''Saya prediksikan nanti selama keramaian pesta lebaran, yang biasanya berlangsung sejak H-1 sampai dengan H+1, kebutuhan daging masyarakat akan meningkat sekitar 25 sampai 30 persen,'' katanya.

Memberikan keterangan dengan didampingi Kabag Humas Pemkab Wonogiri Drs Bambang Eko Sarwono MM, lebih lanjut Purwadi, mengatakan, sesuai dengan hukum ekonomi, pengaruh kenaikan kebutuhan daging itu, nantinya sudah barang tentu akan mengundang konsekuensi kenaikan harga jual.

Meskipun pada kenyataan di pasar hewan, harga ternak sejak awal tahun 2003 cenderung menurun, dan baru kembali membaik pada akhir tahun 2003 ini.

Penurunan harga ternak, katanya, itu erat kaitannya dengan banyaknya impor sapi dari luar negeri, yang secara nasional kuotanya hanya sekitar 500 ribu ekor. Tapi kenyataannya jumlah riil yang diimpor mencapai lebih dari 700 ribu ekor. Melihat kenyataan itu, belakangan ini pemerintah berupaya membatasi sapi impor, dengan harapan untuk memproteksi harga ternak dalam negeri.

Ternak Lokal

Purwadi menjamin, untuk menutup kebutuhan daging bagi masyarakat Wonogiri, kiranya itu cukup dipasok oleh ternak lokal. Yang di Wonogiri, populasi sapinya mencapai sekitar 134 ribu ekor dan pertambahan kelahirannya per tahun mencapai sekitar 28 ribu ekor.

Dengan potensi ternak sapi Wonogiri sebagai terbesar kedua setelah Blora, maka setiap bulannya Wonogiri mampu pula mengirimkan sekitar 2.500 ekor sapi atau rata-rata pertahunnya mencapai sekitar 30 ribu sampai 31 ribu ekor sapi ke luar daerah.

Dinas Wanperla Wonogiri menyeru, agar masyarakat waspada terhadap daging glonggong yang dijual di pasaran, yang kadar airnya tinggi dan warnanya memucat.

Biasanya, harga daging saping glonggongan dijual Rp 25 ribu/Kg atau lebih murah dibandingkan dengan daging sapi non-glonggongan yang harganya berkisar Rp 30 ribu/Kg. ''Sepintas memang lebih murah glonggongan, tapi harap diingat, kadar airnya dapat mencapai sekitar 30 persen,'' ujarnya.

Kecuali mewaspadai daging sapi glonggongan, konsumen diharapkan juga cermat dalam memilih daging ayam, sebab ada pula komoditas daging ayam yang memiliki kandungan air cukup tinggi. (P27-82)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA