logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pemasangan Landmark Dihentikan Jalur di Wiradesa Kembali Lancar

KAJEN-Jalur pantura di jalan raya Wiradesa kemarin kembali lancar setelah pemasangan landmark dan gapura raksasa dihentikan untuk sementara. Kendaraan yang sebelumnya menumpuk di sekitar lokasi pemasangan landmark kemarin bisa berjalan dengan lancar.

Alat-alat berat dan puluhan pekerja yang sehari sebelumnya memenuhi hampir separo jalan sudah tak ada lagi. Namun, polisi kemarin tetap sibuk mengatur kendaraan yang melewati jalur tersebut. Sebab, selain volume kendaraan yang lewat meningkat, jalan di Wiradesa yang sempit dan keramaian di Pasar Wiradesa membuat kendaraan tak bisa melaju cepat.

Penghentian untuk sementara pemasangan landmark tersebut, kata Kepala DPU Kabupaten Pekalongan Ir Wahyudi Pontjo Nugroho, terpaksa dilakukan demi memperlancar arus mudik. Penyelesaian dan penyempurnaan landmark jelas dia akan dilanjutkan setelah Lebaran.

''Setelah Lebaran dan kondisi lalu lintas tak lagi ramai, pekerjaan proyek tersebut akan dilanjutkan kembali. Sebab, pada 2003 proyek itu harus selesai,'' tandasnya ketika sedang meninjau ke lokasi pemasangan landmark.

Penghentian untuk sementara pemasangan landmark, tegas Kapolres Pekalongan Persiapan AKBP Drs Lotharia Latief, terpaksa dilakukan demi kepentingan nasional. Sebab, kondisi jalur pantura kini mulai sibuk dan padat. Jika di Wiradesa macet maka akan menghambat arus mudik.

''Alhamdulilah kemarin sore (Rabu-Red), pengerjaan tahap awal bisa diselesaikan dan Pertigaan Wiradesa bisa dibersihkan dari aktivitas proyek, sehingga pada hari ini (Kamis-Red) lalu lintas terlihat lebih lancar,'' tegasnya.

Tetap dibuka

Soal penutupan Jalan Wiroto dan penertiban angkutan, Kapolres mengatakan, akan melihat situasi. Sebelumnya memang Jalan Wiroto akan ditutup dan kusir dokar serta becak diminta pindah.

Namun, para awak angkutan minta agar mereka tetap diizinkan beroperasi di sekitar lokasi tersebut. Karena itu, Jalan Wiroto untuk sementara akan tetap dibuka untuk angkutan dalam kota. ''Saat Lebaran bagi mereka adalah saat panen, sehingga untuk sementara tetap kami buka. Mereka berjanji begitu situasi jalan macet mereka akan pindah,'' tandas Kapolres.

Sementara itu, dari pantauan pos pengamanan arus mudik di Wiradesa diketahui jumlah kendaraan yang melewati jalur tersebut hingga H-4 terus meningkat. Kendaraan baik roda empat maupun dua dengan pelat nomor Jakarta banyak yang melewati jalur itu.

Para pemudik yang berasal dari Kota Santri pun sudah mulai berdatangan dan turun di pertigaan Gumawang Wiradesa. Mereka kebanyakan pulang berkelompok dan berasal dari Paninggaran, Kajen, dan Lebakbarang. Rombongan pemudik itu menyewa kendaraan roda empat untuk mengantarkan hingga ke rumah mereka. (G16-76e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA